Internasional

Awas RI LCS Panas, Tetangga Mulai Upgrade Rudal Tempur Laut

tfa, CNBC Indonesia
Kamis, 12/02/2026 11:40 WIB
Foto: Ilustrasi (Infografis/Aristya Rahadian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia, negara tetangga Indonesia, meningkatkan kemampuan tempur lautnya dengan meng-upgrade sistem rudal angkatan laut di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan (LCS).

Kementerian Pertahanan Malaysia menyebut langkah tersebut sebagai upaya bertahap untuk memulihkan daya cegah maritim, setelah pengadaan persenjataan sempat tertunda bertahun-tahun di tengah meningkatnya tekanan keamanan kawasan.


Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin menegaskan negaranya tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada pihak eksternal dalam menjamin keamanan.

"Malaysia tidak dapat lagi sepenuhnya bergantung pada pihak lain untuk menjamin keamanan dan pertahanannya," kata Khaled, seperti dikutip South China Morning Post (SCMP), Kamis (12/2/2026).

Sebenarnya, Angkatan Laut Malaysia akan menerima rudal anti-kapal dan serangan darat buatan Norwegia mulai bulan depan. Rudal ini akan menggantikan Exocet MM40 Block 2 yang telah digunakan hampir 30 tahun.

Malaysia juga dijadwalkan menerima sistem rudal anti-kapal Atmaca buatan Turki pada 2028. Modernisasi ini berkaitan erat dengan keluhan berulang Kuala Lumpur atas patroli kapal penjaga pantai China di dekat aset minyak dan gas Malaysia, termasuk di kawasan Luconia Shoals di LCS.

Analis menilai peningkatan rudal ini lebih bersifat pencegahan ketimbang mengubah keseimbangan kekuatan kawasan.

"Ini adalah langkah pencegahan khas di masa damai," ujar peneliti senior Institut Pertahanan dan Studi Strategis S. Rajaratnam, Collin Koh.

Upgrade persenjataan laut Malaysia ini juga sejalan dengan program modernisasi armada "15-ke-5" yang bertujuan menyederhanakan jenis kapal tempur hingga 2050, meski program tersebut sempat terganggu masalah tata kelola pengadaan.

Di sisi lain, laporan Auditor Jenderal Malaysia 2024 mencatat lebih dari separuh armada angkatan laut masih beroperasi melampaui usia desain, sehingga modernisasi dinilai mendesak.

Situasi di LCS yang semakin panas menjadikan langkah Malaysia relevan bagi negara tetangga, termasuk Indonesia, yang sama-sama berkepentingan menjaga stabilitas dan keamanan jalur maritim kawasan.


(tfa/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cadev China Tembus Rekor, Dolar & Emas Jadi Penyebab Utama