CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Pemerintah Buat Pekerja Sengsara, Demo Rusuh-Hujan Molotov

sef,  CNBC Indonesia
12 February 2026 09:00
Api berkobar di belakang petugas polisi, saat para penggemar sepak bola bergabung dalam protes mingguan para pensiunan terhadap kebijakan penyesuaian Presiden Argentina Javier Milei, di Buenos Aires, Argentina, 12 Maret 2025. (REUTERS/Agustin Marcarian)
Foto: Demo Buruh Argentina (REUTERS/Agustin Marcarian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para pekerja Argentina mengamuk dalam aksi demonstrasi terbaru di negara itu, Rabu. Mereka melemparkan batu dan bom molotov ke arah polisi yang dibalas gas air mata serta peluru karet.

Demo terbaru itu terkait usulan reformasi perburuhan, ide Presiden Javier Milei. Saat ini, para anggota parlemen membahas rencana yang menurut serikat pekerja akan membuat pekerjaan lebih tidak aman.

Pendemo rata-rata mengenakan tudung dan masker beringas ke polisi yang memblokir akses ke gedung parlemen. Baik pendemo maupun polisi dilaporkan luka-luka, dengan media setempat melaporkan 20 orang ditangkap.

Perlu diketahui dalam usulan aturan baru, pemerintah dan parlemen akan mempermudah perekrutan tenaga kerja. Namun, pemecatan pekerja juga akan dipermudah, termasuk langkah mengurangi pesangon, membatasi hak mogok serta hak cuti.

Jika disetujui oleh Senat, reformasi ini selanjutnya akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk disetujui. Argentina menganut dua kamar di legislatif.

Sementara itu, Milei bersikeras bahwa undang-undang ketenagakerjaan yang ada terlalu ketat dan menghambat perekrutan formal. Ia menginginkan reformasi ini diadopsi pada bulan Maret.

Milei sendiri menjabat pada Desember 2023. Sejak awal dilantik, ia berencana untuk merevitalisasi ekonomi Argentina yang sedang kesulitan, secara drastis dengan mengurangi pengeluaran pemerintah dan mendorong deregulasi.

"Dengan reformasi perburuhan yang eksploitatif ini, mereka hanya memikirkan orang kaya. Yang diuntungkan adalah para bos," komentar Federico Pereira, seorang sosiolog berusia 35 tahun.

Hampir 40% pekerja Argentina tidak memiliki kontrak kerja formal. Upah Minimum di Argentina meningkat menjadi 346800 ARS per bulan (Rp 4,14 juta) pada Februari dari 341000 ARS per bulan di Januari 2026.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Buruh Sebut 100.000 Orang Bakal Ngumpul Apel Siaga I di Bekasi


Most Popular
Features