CLOSE AD
MARKET DATA
Economic Outlook 2026

Bos Pengusaha Rokok Tiba-Tiba Memohon ke Pemerintah, Ada Apa?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
12 February 2026 11:25
Ketua Umum Gappri, Henry Najoan saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Ketua Umum Gappri, Henry Najoan saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha rokok mengungkapkan industri rokok terutama jenis kretek dan sigaret masih dibutuhkan oleh masyarakat daerah karena industri ini dapat mempekerjakan banyak pekerja sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI), Henry Najoan mengatakan industri rokok terutama kretek dapat menghidupi suatu daerah yang memiliki ekosistem terkait rokok, mulai dari tembakau hingga pabrik pengolahannya.

"Kalau menurut saya dari industri rokok khususnya kretek, sentra-sentra industri sigaret, kretek tangan, di daerah itu sangat membantu," kata Henry dalam acara CNBC Economic Outlook, Selasa (10/2/2026).

Ia mencontohkan, ada beberapa kecamatan di Jawa Tengah yang memiliki industri rokok hingga dapat mempekerjakan ribuan orang dan dapat menghidupi kecamatan tersebut.

"Misalnya ada pabrik yang buka aja lah, di suatu lokasi, di suatu kecamatan, misal di Jawa Timur seperri Bojonegoro, kalau di Jawa Tengah itu banyak sekali, ada di Sukoharjo, Pati, Rembang, itu dengan satu lokasi tenaga kerjanya bisa 2000 orang, itu sudah bisa menghidupi kecamatan itu," lanjut Henry.

Pengeringan daun tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. (CNBC Indonesia/Tasya Natalia)Foto: Pengeringan daun tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. (CNBC Indonesia/Tasya Natalia)
Pengeringan daun tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. (CNBC Indonesia/Tasya Natalia)

Bahkan tak hanya berdampak positif kepada pekerja, kehadiran industri rokok di daerah juga turut berdampak pada keluarga pekerja, sehingga kehidupannya sudah cukup layak.

"Keluarganya juga turut kena dampak positifnya. Misal, Istrinya yang bekerja di industri rokok, itu income-nya lebih bisa mendapatkan take home pay setiap bulan, lebih besar daripada income dari suaminya," jelasnya.

Ia pun berharap pemerintah bisa lebih melihat lagi ke dalam pada industri rokok ini, agar masyarakat di daerah bisa makin sejahtera dan pemerintah daerah juga dapat meningkatkan pendapatannya.

"Nah, sentra-sentra seperti itu untuk kemandirian daerah-daerah perdesaan itu sangat penting. Menurut saya itu juga perlu diketahui oleh pemerintah, bahwa industri rokok itu mempunyai multiplier effect yang luar biasa di daerah," terangnya.

Oleh karena itu, Ia meminta kepada pemerintah pusat agar beberapa regulasi terkait industri rokok bisa dideregulasi sesuai dengan kondisi industri rokok saat ini.

"Harapan kami, khususnya pemerintah, mengharapkan bahwa industri rokok janganlah dicekek, Kami pun memohon kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, agar melakukan deregulasi peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat untuk dapat diseragamkan," ungkapnya.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Janji Kumpulkan Pengusaha Rokok Minggu Ini


Most Popular
Features