CLOSE AD
MARKET DATA

Jawab Moody's, Prabowo Bakal Gelar Indonesia Economic Outlook

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
11 February 2026 17:58
Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Arahan Langsung Terkait Capaian Kinerja Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus dan Penyusunan RAPBN 2026. (Dok Menko Perekonomian)
Foto: Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Arahan Langsung Terkait Capaian Kinerja Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus dan Penyusunan RAPBN 2026. (Dok Menko Perekonomian)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari jajaran menteri ekonominya terkait perkembangan perekonomian Indonesia terkini, termasuk tentang penilaian peringkat kredit atau utang Indonesia yang diturunkan outlooknya dari stabil menjadi negatif.

Dari hasil pertemuan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menjawab penilaian Moody's itu dengan menggelar acara Indonesia Economic Outlook pada Jumat (13/1/2026).

"Bapak Presiden tadi meminta agar kita membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk serasehan ekonomi, yaitu 'Indonesia Economic Outlook' yang akan diselenggarakan pada hari Jumat nanti," kata Airlangga seusai rapat terbatas dengan Kepala Negara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Airlangga mengatakan, dalam acara itu, pemerintah akan memberikan penjelasan secara rinci terkait berbagai masalah yang menjadi perhatian Moody's hingga menurunkan outlook rating kredit atau utang Indonesia. Diantaranya terkait penerimaan negara dan Danantara.

"Ini tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara." paparnya.

Penjelasan dalam acara itu kata dia juga akan sekaligus menjawab penilaian mendatang yang akan dilakukan oleh lembaga pemeringkat kredit dunia lainnnya, yakni Fitch hingga S&P.

"Di sana akan diberikan penjelasan mengenai posisi pemerintah terkait juga dengan program-program unggulan dari pemerintah," tegas Airlangga.

(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gubernur Bank Sentral Warning Ekonomi Menuju "Mati Suri" Gegara Utang


Most Popular
Features