Pertamina Sebut 442 Koperasi Desa Merah Putih Jual LPG-Minyak Tanah
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melalui Sub Holding Downstream PT Pertamina Patra Niaga memaparkan perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam mendistribusikan Liquefied Petroleum Gas (LPG) hingga minyak tanah ke pelosok desa di Tanah Air.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 442 koperasi telah resmi terdaftar dan beroperasi sebagai penyalur produk energi dari Pertamina.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyebut bahwa hingga 1 Februari 2026, ada 2.592 outlet LPG yang sudah terverifikasi ke dalam sistem digital Digikop. Adapun jumlah koperasi yang sudah terdaftar di dalam sistem untuk menjadi outlet LPG ini sebanyak 442 koperasi.
"Saat ini dari 2.592 (outlet LPG) yang telah teregistrasi, ini terdapat 442 KDMP, dengan 429 KDMP menjadi outlet LPG dan 13 KDMP menjadi outlet pangkalan minyak tanah, karena lokasinya memang belum konversi minyak tanah," papar Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
"Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian lainnya untuk memverifikasi para pemohon KDMP yang mengajukan sebagai outlet LPG ini," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menerapkan sistem digitalisasi hulu ke hilir untuk memastikan transparansi. Pendaftaran dilakukan melalui situs web yang kemudian diverifikasi oleh tim Pertamina Regional dan diselaraskan dengan agen LPG existing. Sistem tersebut juga mewajibkan koperasi melakukan penebusan produk ke agen secara non-tunai (cashless).
Pihaknya menegaskan bahwa setiap transaksi penjualan di tingkat KDMP wajib tercatat secara digital. Hal ini dilakukan untuk mematuhi ketentuan Perpres 104 terkait segmen penerima subsidi, yakni rumah tangga, usaha mikro, nelayan, dan petani.
"Setiap transaksi di KDMP ini tetap akan melakukan pencatatan KTP menggunakan sistem Merchant Apps (MAP) yang ada di Pertamina," imbuhnya.
Adapun, kehadiran outlet KDMP itu sendiri ditujukan untuk memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat, salah satunya melalui stabilisasi harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Mars Ega mencontohkan KDMP di Gondorio, Semarang, yang telah berhasil menjual LPG sesuai HET, sehingga mampu menekan harga pasar dan menjamin ketersediaan stok di wilayah tersebut.
[Gambas:Video CNBC]