Izin AMDAL Dirilis Pekan Ini, Proyek Gas Jumbo Rp352 T Segera Dibangun

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 21:40 WIB
Foto: Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan perkembangan terbaru terkait proyek gas raksasa Blok Masela yang dioperatori oleh Inpex Corporation.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membeberkan bahwa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek tersebut akan segera diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup ke SKK Migas. Dengan begitu, proyek ini diharapkan bisa segera masuk tahap awal pembangunan fisik.

"Untuk Inpex, Insya Allah besok akan diserahkan Amdal kepada Pak Menteri Lingkungan, kepada SKK migas, itu nanti bisa berproduksi Insya Allah di 2030 atau lebih cepat," kata Djoko dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (11/2/2026).


Lebih lanjut, Djoko menyebut proyek Blok Masela diperkirakan menelan investasi hampir US$ 21 miliar atau sekitar Rp 352 triliun, dengan kapasitas produksi gas mencapai 1.600 juta standar kaki kubik per hari mmscfd.

Adapun, dari jumlah tersebut sebanyak 150 MMSCFD akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara sisanya untuk ekspor LNG. Tak hanya itu, proyek ini juga akan menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari.

"Itu mudah-mudahan ini bisa groundbreaking juga sebelum lebaran. Sekarang sedang persiapan untuk groundbreaking di lapangan," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Lapangan Abadi di Blok Masela adalah ladang gas laut dalam dengan cadangan terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Masela yang ditandatangani pada 1998 lalu dan telah diperpanjang hingga 2055 ini berpotensi menghasilkan 9,5 MMTPA (juta metrik ton per tahun) LNG dan 150 mmscfd (juta kaki kubik standar per hari) gas pipa. Selain itu, Lapangan Abadi diperkirakan dapat menghasilkan produksi kondensat sebesar 35.000 barel per hari.

Konsep pengembangan lapangan green field (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deep water, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya. Selain itu pengembangan lapangan ini juga berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan clean LNG melalui penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: SKK Migas Ungkap Shell Niat Jajaki Peluang Investasi Hulu Migas