Pascabencana Banjir di Sumatra

Tangguh! Ekspor Sumatra Beri Kabar Baik Meski Dilanda Banjir-Longsor

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 16:14 WIB
Foto: Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026). (CNBC Indonesia/Martya Sari Rizki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memaparkan kinerja ekspor sejumlah provinsi di Sumatra yang terdampak bencana alam pada akhir November 2025 lalu. Meski sempat tertekan akibat gangguan logistik dan distribusi, ekspor di beberapa wilayah tercatat mampu pulih dengan relatif cepat pada bulan berikutnya.

"Kami ingin melaporkan kinerja ekspor provinsi terdampak dari bencana. Yang pertama, ekspor Provinsi Aceh tahun 2025 tercatat US$649,22 juta, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$697,32 juta," ungkap Budi dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026)

Secara tahunan, kata Budi, kinerja ekspor Aceh memang tercatat melemah, yakni mengalami penurunan sebesar 6,90% tahunan. "Kalau dibandingkan dengan ekspor tahun 2024," katanya.


Namun, menurutnya, pada periode pascabencana akhir November 2025, ekspor Aceh tetap menunjukkan ketahanan.

"Kalau kita lihat pada pascabencana yaitu akhir November 2025, kinerja ekspor Provinsi Aceh tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik," ucap dia.

Pada bulan November 2025, nilai ekspor meningkat US$58,2 juta atau tumbuh 20,16% secara bulanan, dibandingkan dengan Oktober 2025. Kembali naik pada bulan Desember 2025 menjadi US$59,69 juta atau sebesar 2,42%.

"Ini dari November ke Desember memang mengalami penurunan sedikit. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun bencana alam ini dampak pada distribusi dan logistik di semua wilayah, secara agregat ekspor Aceh mampu pulih dengan relatif cepat. Meskipun, year-on-year, Aceh turun 6,90% sebenarnya disebabkan karena turunnya ekspor migas sebesar 65,6%," kata Budi.

Untuk Provinsi Sumatra Barat, Budi menyebutkan kinerja ekspor justru tumbuh kuat secara tahunan. Provinsi Sumatra Barat mencatatkan pertumbuhan ekspor yang kuat, yaitu nilai ekspor meningkat. dari US$2,18 miliar pada tahun 2024 menjadi US$2,78 miliar pada tahun 2025 atau tumbuh 27,64%.

Meski demikian, bencana alam tetap memberi tekanan dalam jangka pendek. Yang mana jika dibandingkan dengan Oktober, pada November 2025 untuk ekspor dari wilayah Sumatra Barat terjadi penurunan yang cukup tajam, yaitu minus 52,56%, sebelum kemudian diikuti oleh pemulihan yang cukup cepat, yaitu pada Desember 2025 meningkat menjadi 174,15%.

Ia menegaskan, pelemahan pada November berkaitan erat dengan bencana alam.

"Perubahan ini menegaskan bahwa bencana alam menjadi faktor utama yang memperdalam pelemahan ekspor pada bulan November 2025, meskipun secara keseluruhan pulih ekspor Sumatra Barat tetap terjaga dengan surplus year-on-year 27,64%," katanya.

Sementara itu, Provinsi Sumatra Utara, kinerja ekspor juga menunjukkan tren positif secara tahunan. Di mana Provinsi Sumatra Utara mencatatkan ekspor dari US$10,66 miliar pada tahun 2024 menjadi US$12,56 miliar pada tahun 2025. Secara tahunan ekspor Sumatra Utara 17,84% year-on-year.

Namun, dampak bencana kembali terlihat pada November 2025 di kinerja ekspor Sumatra Utara. Pada November 2025, Provinsi Sumatra Utara mencatatkan nilai ekspor US$0,88 miliar. Angka tersebut turun atau minus 25,89% dibandingkan dengan Oktober tahun 2025.

Meski begitu pada Desember tahun 2025, ekspor kembali mengalami pemulihan pertumbuhan sebesar 18,89% atau senilai US$1,05 miliar.

Ia menegaskan, penurunan tajam di November tidak lepas dari gangguan akibat bencana alam.

"Penurunan yang tajam pada bulan November 2025 berkorelasi dengan bencana alam yang melanda Sumatra pada akhir November yang berdampak pada kelancaran logistik, distribusi, dan aktivitas produksi," ujarnya.

Meski sempat tertekan, Budi menilai kinerja ekspor Sumatra Utara secara keseluruhan tetap solid.

"Namun demikian, secara keseluruhan untuk Provinsi Sumatra Utara tahun 2025 ekspornya meningkat 17,84% dibandingkan tahun 2024," pungkas Budi.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Tapanuli Selatan