Investor Serbu Kawasan Industri Greater Jakarta, Ini Lokasinya

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 17:45 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor kawasan industri di wilayah Greater Jakarta terus mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya investasi di sektor manufaktur dan logistik. Permintaan lahan industri yang konsisten membuat tingkat hunian kawasan industri berada di level tinggi, bahkan mendekati kondisi penuh di beberapa lokasi utama.

Wilayah industri di sekitar Jakarta umumnya terbagi menjadi tiga koridor utama, yakni barat yang membentang dari Tangerang hingga Cilegon, timur dari Bekasi hingga Karawang dan Subang, serta selatan yang mencakup Depok, Cileungsi, hingga Sentul dan Bogor. Masing-masing koridor memiliki karakteristik dan segmen industri yang berbeda.

"Dari tahun ke tahun tingkat hunian kawasan industri terus meningkat, didorong oleh penyerapan lahan oleh perusahaan manufaktur, logistik, hingga FMCG," kata Head of Research & Consultancy CBRE Indonesia Anton Sitorus dalam konferensi pers di Mori Tower Jakarta, Rabu (11/2/2026).


Pertumbuhan investasi di sektor berbasis sumber daya alam dan manufaktur menjadi salah satu motor utama permintaan lahan. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemasok bahan baku dan lokasi produksi bagi industri global. Anton juga menyoroti kenaikan harga lahan industri di sejumlah wilayah, khususnya Cikarang dan Karawang.

"Di Cikarang lahannya makin padat dan bersaing dengan proyek komersial, sementara Karawang populer karena ketersediaan lahannya masih cukup luas," katanya.

Foto: (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Kawasan industri Pulo Gadung yang dikelola PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) bakal dipindah ke wilayah Subang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Masuknya investasi besar seperti pembangunan pabrik kendaraan listrik dan data center turut mengangkat pamor wilayah industri di luar Jakarta. Infrastruktur yang terus diperbaiki juga menjadi daya tarik tambahan bagi investor.

Secara keseluruhan, pasokan kawasan industri di wilayah Greater Jakarta mencapai puluhan ribu hektare dengan tingkat hunian di atas 90%. Tambahan pasokan baru sebagian besar berasal dari ekspansi proyek yang sudah ada, bukan pembangunan kawasan baru sepenuhnya.

Anton menilai kondisi ini mencerminkan optimisme jangka menengah terhadap industri nasional. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya perencanaan tata ruang agar pertumbuhan industri tidak berbenturan dengan kebutuhan hunian dan komersial.

Keterbatasan lahan di beberapa titik juga membuat harga terus merangkak naik, sehingga investor mulai melirik wilayah yang lebih jauh dari pusat kota namun memiliki akses infrastruktur memadai.

"Pertumbuhan kawasan industri ini boleh dibilang cukup bagus dibanding sektor properti lain karena langsung terkait dengan investasi riil dan aktivitas produksi," kata Anton.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Masyarakat Rajin Belanja Lagi, Ekonomi Indonesia Bangkit