CLOSE AD
MARKET DATA
Economic Outlook 2026

Pangkas BUMN Jadi 300, Danantara: Cuma Ada 16 Sektor

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
11 February 2026 15:45
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perombakan besar-besaran terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setidaknya tahun ini, jumlah anak hingga cucu usaha BUMN akan dipangkas dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas.

COO BPI Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi menyeluruh dalam pengelolaan BUMN. Adapun, pengurangan jumlah entitas dari 1.043 menjadi sekitar 300 merupakan keputusan yang logis.

"Bagi kami transformasi ini harus dilakukan dan pilihan untuk melakukan dari 1.000 menjadi 300 itu sebetulnya adalah pilihan yang sangat logis dan profesional," kata Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

Dony memandang keputusan ini cukup penting lantaran pengawasan terhadap lebih dari 1.000 perusahaan sangat sulit dilakukan. Menurutnya, dengan jumlah sekitar 300 perusahaan yang telah melalui proses pemetaan dan pemantauan akan jauh lebih mudah.

"So, dari 300 itu sebetulnya kalau kita bagi by sektor, kita hanya masuk ke 16 sektor saja. Sisanya kita tidak akan terima," katanya.

Di sisi lain, Dony memastikan di tengah proses konsolidasi tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Para karyawan perusahaan yang ditutup nantinya akan bergabung dengan perusahaan yang bertahan.

"Tapi tidak usah khawatir, tidak akan ada PHK karena akan konsolidasi dan karyawan ikut," ujarnya.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: BUMN Punya 1.046 Perusahaan Tapi Banyak Rugi, DPR Komentar Ini


Most Popular
Features