"Tsunami" PHK di Mana-Mana, Bir Raksasa Pangkas 6.000 Pekerja
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan bir Heineken mengatakan akan memangkas 5.000 hingga 6.000 pekerjaan. Dalam sebuah pernyataan, menejemen mengatakan pengurangan dilakukan perusahaan guna mempercepat produktivitas dan melakukan penghematan signifikan.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) sendiri akan berlangsung selama dua tahun ke depan. Heineken mempekerjakan sekitar 87.000 orang di seluruh dunia.
"Kami tetap berhati-hati dalam ekspektasi jangka pendek kami untuk kondisi pasar bir," kata CEO Dolf van den Brink, dimuat AFP, Rabu (11/2/2026).
Van den Brink sendiri secara mengejutkan telah mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri di Mei 2026. Ia hampir enam tahun memimpin perusahaan Belanda itu.
Ia mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya pergi dengan "perasaan campur aduk". Dikatakannya, ia memimpin perusahaan "melalui masa-masa ekonomi dan politik yang bergejolak".
Heineken merupakan produsen bir terbesar kedua di dunia setelah AB InBe. Volume bir secara keseluruhan turun 2,4% tahun lalu.
Penurunan terparah terjadi di Eropa dan Amerika, 4,1% dan 3,5%. Menjelang tahun 2026, Heineken memperkirakan laba operasi setahun penuh antara 2-6%.
(sef/sef)