Aksi unjuk rasa yang digelar Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Mereka menuntut penghapusan diskriminasi kebijakan serta peningkatan kesejahteraan yang setara dengan guru madrasah negeri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Terlihat di lokasi, massa mulai berdatangan sejak pukul 10.15 WIB. Para guru yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) itu datang dari wilayah Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Aceh. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sebagian besar peserta aksi mengenakan kemeja putih dengan bawahan hitam. Sejumlah guru tampak memakai batik hijau yang biasa digunakan saat mengajar di madrasah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Di sela-sela aksi para guru memberikan bunga kepada polwan yang bertugas di lokasi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dalam aksi tersebut, guru madrasah swasta menyuarakan tuntutan keadilan dan kesetaraan perlakuan dengan guru madrasah negeri. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Mereka menilai kebijakan pemerintah selama ini masih bersifat diskriminatif terhadap tenaga pendidik madrasah swasta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Selain itu, para guru menuntut kesempatan yang sama dalam rekrutmen aparatur sipil negara melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Tuntutan ketiga yang disampaikan adalah pemberian tunjangan sertifikasi atau tunjangan lain yang dibayarkan secara rutin setiap bulan, serupa dengan sistem penggajian. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Adapun tuntutan keempat, guru madrasah swasta meminta pemerintah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyelenggaraan pendidikan madrasah swasta, sekaligus meningkatkan status dan kesejahteraan guru madrasah swasta secara berkelanjutan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)