MARKET DATA

Senjata BI Amankan Rupiah: Smart Intervention

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
11 February 2026 07:25
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyebutkan fundamental ekonomi RI yang kuat di tengah ketidakpastian global yang kuat termasuk di AS.

Dimana perkembangan ekonomi Negeri Paman Sam akan membawa era suku bunga tinggi masih bertahan, kondisi ini menyebabkan investor lari ke safe haven seperti emas sehingga emas meroket dan mata uang yang memberikan imbal hasil tinggi sehingga kondisi ini membuat posisi rupiah masih mengalami pelemahan.

Selain itu, rating MSCI juga sempat mempengaruhi rupiah. Namun, pemerintah dan otoritas bursa berhasil melakukan respons tegas. Alhasil, pasar kembali bangkit.

Saat ini, rupiah bergerak ke arah Rp 16.700 per dolar AS sehingga BI memastikan konsistensi BI tetap berada di pasar dan menjaga stabilitas Rupiah lewat "Smart Intervention"

"BI selalu sampaikan bahwa BI tetap di pasar menjaga stabilitas rupiah dan BI lakukan smart intevention di (pasaar) spot, NDF, DNDF dan saat ada outflow BI lakukan intervensi agar menjaga kestabilan," tegas Destry dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation", dikutip Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, BI berusaha mempertahankan aset rupiah memberikan return menarik dengan fundamental yang bagus ditambah kebijakan pemerintah dengan informasi yang clear dan itu semua memberikan kepercayaan di pasar.

Dia pun telah memberikan jaminan kepada para pelaku pasar keuangan dalam bentuk pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dari waktu ke waktu ke depannya. Pada kuartal IV-2025, ekonomi Indonesia memang mampu tumbuh 5,39%, menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

"Jaminannya ekonomi tumbuh dan sustain," kata Destry.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terkuak! Ini Penyebab Rupiah Terkapar Dihajar Dolar AS


Most Popular
Features