Kawasan Industri Jadi Pencetak Tenaga Kerja Tercepat
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono menyatakan bahwa kawasan industri berperan penting sebagai pencetak tenaga kerja tercepat, termasuk memberikan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.
Dengan demikian, pendidikan harus diutamakan untuk mendorong peningkatan keterampilan sekaligus membangun karakter yang sesuai dengan kebutuhan industri. Jika fungsi sebagai pencetak tenaga kerja dan penyedia pendidikan bisa terpenuhi, maka kawasan industri dapat menjadi kunci bagi Indonesia dalam rangka mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 8% per tahun.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Darmo ini menilai, masih ada kendala dalam pengembangan kawasan industri di Tanah Air. Di antaranya adalah kepastian hukum, keamanan, infrastruktur, tanah, hingga biaya upah bagi pekerja.
"Terus tanah, tanah kalau masih baru pasti murah sebelum sukses ini. Tapi nantinya akan jadi mahal juga, yang sebenarnya tidak masalah karena Indonesia luas selalu bisa pindah lagi ke tempat lain. Dari Cikarang, Karawang, Bekasi, Kendal, nanti Kendal juga mahal lagi, pindah lagi," ujarnya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Terlebih, menurutnya kondisi Pulau Jawa kini sudah terlalu padat. Bahkan, harga tanah dan upah tenaga kerjanya pun tergolong mahal. Dari situ, ia memandang masih ada kesempatan untuk mengembangkan kawasan industri di luar Pulau Jawa.
"Keluar dari Pulau Jawa yang tidak mudah, karena infrastruktur itu mahal sekali pembangunannya," terang dia.
Di sisi lain, ketidakpastian global juga menjadi tantangan tersendiri bagi investor yang ingin masuk ke Indonesia. Ketidakpastian seperti konflik geopolitik bisa menimbulkan ketakutan bagi investor yang ingin masuk ke Indonesia lantaran pasokan bahan baku juga berpotensi tersendat.
"Kemudian pasok juga tersendat-sendat, karena dari negara lain ke negara lain itu pasoknya juga kesulitan. Tapi tetap Indonesia menarik, karena selalu bisa menawarkan sebetulnya tenaga kerja murah, tanah murah. Tapi ini ternyata juga kendala sekarang, tidak murah lagi," tandas dia.
(rah/rah)