Economic Outlook 2026

Danantara: Perminas Khusus Kelola Logam Tanah Jarang RI

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 16:47 WIB
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menegaskan, bahwa PT Perusahaan Mineral Nusantara (Perminas) akan khusus mengelola mineral strategis Logam Tanah Jarang (LTJ).

Dony menegaskan, pengelolaan logam tanah jarang akan dipisahkan dengan perusahaan pertambangan milik BUMN seperti halnya yang ada di bawah Holding Industri Pertambangan MIND ID.

"Kita memiliki banyak sekali potential, kita tidak mau mencampurkan perusahaan tambang kita punya MIND ID grup. Sebenarnya satu lagi ini lebih ke pada mengelola tanah jarang yang dimiliki Indonesia, Perminas akan fokus kelola tanah jarang dan optimalkan penggunaannya karena mesti ada research pengembangan yang secara commercial belum dapat beri nilai tambah," kata Dony dalam Economic Outlook 2026 CNBC Indonesia, Selasa (10/2/2026).


Sebagaimana diketahui, bahwa saat ini logam tanah jarang merupakan mineral ikutan dari timah, yang mana sejauh ini dikelola oleh PT Timah. Dengan itu, Dony menegaskan, Danantara akan membuat perusahaan khusus.

"Masih tahap development industri mature timah, sudah mature tambang kita, emas, batu bara sudah mature. Di satu sisi ini kan masih tahap development utilisasi masih research, oleh karena itu kita tidak mau campur perusahaan yang eksis dan pasti di Perminas masih butuh support R&D masih disupport Danantara," tandas Dony.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menuju Ekonomi 5,4%, Apa Peran Sektor Keuangan & Perbankan?