ESDM Resmi Luncurkan Global Hydrogen Ecosystem Summit 2026

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 16:13 WIB
Foto: Tangki penyimpanan hidrogen hasil produksi dari Green Hydrogen Plant yang berada di pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Muara Tawar, Jawa Barat, yang dikelola oleh PLN Nusantara Power. (Dok PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung resmi membuka peluncuran Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026. Terutama yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE).

Yuliot menegaskan bahwa pihaknya memiliki kepentingan besar terhadap penyelenggaraan GHES 2026, khususnya dalam membangun ekosistem hidrogen nasional yang terintegrasi.

"Tentu pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini karena kita melihat dari sisi ekosistem bagaimana kita menghadirkan teknologi untuk pelaksanaan industrialisasi hidrogen dan pemanfaatannya bagi ekosistem ekonomi secara keseluruhan," ujar Yuliot dalam kesempatan tersebut di Jakarta, Selasa (10/2/2026).


Menurut dia, pengembangan hidrogen juga sejalan dengan agenda hilirisasi. Adapun, bahan baku yang dihasilkan dari pengembangan hidrogen diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai industri turunan.

"Kemudian kita juga bisa melanjutkan pelaksanaan hilirisasi dan juga bagaimana bahan baku yang dihasilkan untuk hidrogen ini bisa kita manfaatkan untuk industri turunan termasuk untuk industri pupuk," katanya.

Lebih lanjut, Yuliot membeberkan Indonesia memiliki potensi sumber EBT yang sangat besar, mencapai sekitar 3.600 gigawatt. Setidaknya, apabila potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal, termasuk ekosistem hidrogen maka Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemain utama di tingkat global.

Di samping itu, pemanfaatan hidrogen tidak hanya ditujukan sebagai bahan baku industri dan pembangkit listrik, tetapi juga diarahkan sebagai bahan bakar. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan hidrogen dimanfaatkan secara lebih luas.

"Jadi ada beberapa negara yang fokus untuk mengembangkan hidrogen sebagai bahan bakar, di antaranya Jepang, ini mereka sudah bukan lagi masuk dalam prototype tetapi sudah masuk dalam industri massal kendaraan yang menggunakan hidrogen," tambahnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: ESDM Susun Roadmap Implementasi Bioetanol