Economic Outlook 2026

Bos Kawasan Industri Curhat, Harga Tanah di Sini "Meledak" 1.000 Kali

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 14:27 WIB
Foto: Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga tanah terus terjadi, dengan laju lebih cepat dibandingkan peningkatan pendapatan masyarakat.

Dalam waktu sekitar 30 tahun, harga tanah di Cikarang-Bekasi dilaporkan meroket sampai 1.000 kali lipat. Demikian menurut Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Di tengah kondisi itu, Setyono mengatakan, pemerintah harus bisa memberikan insentif yang cukup untuk menarik investor. Dengan demikian, imbuh dia, target pertumbuhan ekonomi 8% bisa tercapai.


"Kendala saat ini adalah kepastian hukum, keamanan, dan di balik itu, harga tanah terus meningkat. Di Cikarang-Bekasi, dalam 30 tahun harga tanah naik 1.000 kali lipat," katanya.

"Sekarang ini harus mampu menjual dengan harga lebih tinggi. Sementara yang terjadi di Jawa Barat, gaji minimum dalam 37 tahun dari Rp100.000 per bulan, sekarang Rp6 jutaan per bulan. Gaji naik 60 kali lipat," ucapnya.

Karena itulah, imbuh dia, saat ini tidak bisa lagi mengandalkan biaya hidup murah.

Dia mencontohkan, kawasan industri di Kendal, Jawa Tengah yang memiliki lokasi bagus dan didukung infrastruktur yang juga bagus dan lengkap. Hanya saja, kata dia, harga tanah juga sudah meningkat 30 kali lipat dalam 10 tahun dan gaji pekerja juga ikut melonjak.

"Ini menjadi problem," ucapnya.

Di sisi lain, sambungnya, keahlian dan keterampilan pekerja juga tidak selalu tersedia siap pakai. Hal ini menjadi tantangan tambahan sebelum dimulainya investasi kawasan industri di suatu wilayah.

Belum lagi, imbuh dia, ketidakpastian global membuat investor takut datang ke Indonesia.

Namun dari semua itu, kata Setyono, Indonesia masih menarik. Di antaranya, air berlimpah, serta infrastruktur yang semakin lengkap.

"Indonesia bisa menawarkan tenaga kerja murah, yang saat ini sudah nggak murah. Pendidikan harus diutamakan untuk meningkatkan keterampilan, membangun kebutuhan industri," kata Setyono.

Foto: Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi Darmono saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tanah & Tenaga Kerja Mahal Bikin Investor Pikir-pikir Masuk RI