RI Siapkan Proyek Pengganti LPG, Olah Batu Bara 6 Juta Ton/Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mendorong pemanfaatan hilirisasi batu bara melalui pengembangan proyek gasifikasi. Adapun, proyek ini menghasilkan dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa hidrogen mempunyai peran yang cukup penting dalam rantai nilai batu bara, khususnya batu bara berkalori rendah. Pasalnya, melalui proses gasifikasi, batu bara dapat diolah menjadi hidrogen yang kemudian diproses menjadi DME.
Menurut dia, salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan saat ini berada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dan telah memasuki tahap groundbreaking.
"Untuk batu bara yang akan diolah sekitar 6 juta ton batu bara per tahun" kata Yuliot dalam acara Launching Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia pun memerinci dari proses tersebut, proyek ini ditargetkan menghasilkan sekitar 1,4 juta ton DME per tahun. Adapun, proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan nilai tambah dari batu bara.
"Dengan potensi tersebut akan berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 1 juta ton per tahun Yang berarti kita akan bisa menghemat devisa negara sekitar Rp 9,7 triliun per tahun," ujarnya.
(pgr/pgr)