Setelah Moody's, Kantor Purbaya Bersiap Hadapi Fitch dan S&P

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 13:10 WIB
Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan, pemerintah tengah bersiap menghadapi peninjauan peringkat kredit lembaga rating dunia, setelah Moody's pada 5 Februari 2026 melakukan penyesuaian outlook rating kredit Indonesia menjadi negatif, dari sebelumnya positif.

Dalam waktu dekat, Juda mengatakan, Fitch akan datang ke Indonesia, sekitar tanggal 23 Februari 2026, setelahnya menyusul S&P.

"Ini isu yang penting, termasuk Fitch akan datang kalau enggak salah 23 Februari, setelah situ S&P dan yang lain," kata Juda Agung dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).


Juda mengatakan, ada pelajaran yang dapat dilakukan pemerintah untuk menghindari penyesuaian outlook peringkat kredit atau utang oleh Fitch maupun S&P nantinya, sebagaimana yang dilakukan Moody's.

Kata dia, pemerintah akan memperkuat koordinasi antar instansi, dalam menghadapi peninjuan peringkat kredit itu dan menyiapkan penjelasan sesuai dengan kerangka kerja masing-masing lembaga pemeringkat.

"Saya kira ada lesson, kita pelajari dari apa yang disampaikan Moody's dalam ratingnya dan ini perlu segera di koordinasikan. Pertama concern-concern yang di highlight, kita akan benar-benar lihat satu persatu kalau lembaga rating tuh sudah punya framework dalam menilai satu dan yang lainnya," tuturnya.

"Ya kita siapkan semua, kita waktunya tidak banyak, 2 minggu lagi kita harus segerakan untuk menghandle isu-isu yg akan menjadi scoring dari mereka," tegas Juda Agung.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Ekonomi RI Tumbuh 5,11% di 2025 - Bitcoin "Berdarah-Darah"