Konsumsi Hidrogen RI Capai 1,75 Juta Ton per Tahun, Ini Penikmatnya

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 13:10 WIB
Foto: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang berhasil memproduksi hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit EBT ini akan memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan. (CNBC Indonesia/Verda Nano)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini cukup besar. Setidaknya konsumsinya mencapai sekitar 1,75 juta ton per tahun.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemanfaatan hidrogen saat ini masih didominasi oleh sektor ketahanan pangan dan industri. Adapun, penggunaan hidrogen terbesar saat ini adalah untuk pupuk urea sekitar 48%, amonia 4%, dan kilang minyak 2% untuk dekarbonisasi.

"Jadi kami saat ini melihat konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini sekitar 1,75 juta ton per tahun," kata Yuliot dalam Launching Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).


Menurut Yuliot, pemanfaatan hidrogen ke depan akan terus dikembangkan sebagai bahan baku industri dan bahan bakar. Hal ini dilakukan guna mendukung target dekarbonisasi, dan sejalan dengan komitmen untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.

"Ini kita akan bisa lebih cepat untuk memenuhi komitmen dalam pencapaian net zero emission," katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan hidrogen juga berperan penting dalam rantai nilai batu bara, khususnya batu bara berkalori rendah. Melalui proses gasifikasi, batu bara dapat diolah menjadi hidrogen yang kemudian diproses menjadi Dimethyl Ether (DME).

"Salah satu contoh adalah proyek hilirisasi gasifikasi batu bara di Tanjung Enim Yang sudah dilakukan groundbreaking yang kita mengharapkan nanti pada kondisi operasional untuk batu bara yang akan diolah sekitar 6 juta ton batu bara per tahun yang akan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun," kata dia.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tergantung Bahan Baku Impor, Industri Mamin RI Sulit Bersaing


Related Articles