Juda Agung Ungkap Penerimaan Negara Masih Bocor, Bakal Lakukan Ini

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 11:27 WIB
Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan cara yang akan ia tempuh untuk membantu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meningkatkan penerimaan negara pada tahun ini tanpa harus menaikkan tarif pajak, bea cukai, hingga PNBP.

Kebutuhan untuk mendorong penerimaan negara ini kata dia menjadi makin penting karena kebutuhan pemerintah untuk belanja demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% sangat tinggi. Maka, peningkatan penerimaan negara menjadi penting untuk menjaga defisit APBN sesuai batas aman di level 3% PDB

Cara utama, ia menegaskan, ialah dengan memastikan kepatuhan para wajib pajak makin patuh memenuhi kewajibannya kepada negara. Salah satunya dengan memperkuat layanan digital yang efisien melalui sistem inti administrasi pajak alias Coretax.


"Dengan coretax dan bebearpa digitalisasi untuk mematikan kepatuhan akan bisa meningkat," kata Juda dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Cara selanjutnya, menurut Juda, ialah konsisten menghilangkan berbagai kebocoran penerimaan negara. Salah satunya ialah menutup celah praktik under invoicing atau menjual barang di bawah harga pasar untuk menghindari pajak, sebagaimana yang kerap disampaikan Purbaya.

"Jadi itu bagaimana meningkatkan kepatuhan, bagaimana menekan kebocoran-kebocoran, dan konteks underinvoicing ekspor-impor," paparnya.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Masyarakat Rajin Belanja Lagi, Ekonomi Indonesia Bangkit