Economic Outlook 2026

Belajar dari Bencana Sumatra, Bos CT Corp Ingatkan Prinsip Yin & Yang

teti purwanti, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 10:47 WIB
Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Era penuh turbulensi tengah melanda dunia. Era yang penuh ketidakpastian. Mulai dari ketidakpastian akibat masalah politik, ekonomi, demografi, disrupsi teknologi hingga masalah lingkungan. 

Demikian menurut Chairman & Founder CT Corp Chairul Tanjung, saat menyoroti cover majalah The Economist, yang menyebut kondisi dunia saat ini sedang dalam "The Ace of Chaos."

"Kita masuk era penuh turbulensi. Masa di mana penuh ketidakpastian," katanya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).


Salah satu sorongan pria yang akrab disapa CT itu adalah terkait kondisi lingkungan yang saat ini mengalami masalah akibat perubahan iklim. Karena itu, ucapnya, sudah saatnya dunia berbalik dan mulai melakukan perubahan. 

Bukan tanpa alasan. CT mengatakan demikian karena ketidakpastian yang melanda dunia saat ini juga terjadi karena tidak adanya keseimbangan. Padahal, imbuh dia, aturan dunia sudah jelas.

Yaitu, menjaga keseimbangan antara pragmatisme dan idealisme, ibarat Yin dan Yang, habluminallah dan habluminannas.

"Menjaga keseimbangan manusia dan alam, dan juga dengan Tuhan," katanya. 

"Pragmatisme soal keuntungan, idealisme soal manfaat pada bangsa dan negara. Pragmatisme selalu soal hasil akhir, jangka pendek, hubungan sesama manusia," sambung CT. 

Karena itu, lanjutnya, menjaga keseimbangan keduanya harus menjadi filosofi yang diterapkan dalam setiap aktivitas. Baik itu dalam berbisnis, mengelola pemerintahan, maupun bernegara.

"Maka tidak akan terjadi hal yang di Sumatra beberapa bulan lalu. Pada dasarnya karena kita tidak seimbang dan terlalu pragmatis, dan jadi masalah lingkungan di masa depan," tukasnya. 

"Kita menghadapi cura hujan, La Nina. Luar biasa. Hujan tidak berhenti, curah hujan luar biasa. Saat kemarau keringnya luar biasa. Inilah yang jadi masalah kita. Apa yang harus dilakukan? Prinsipnya, menjaga keseimbangan antara pragmatisme dan idealisme," kata CT. 

Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)" title="Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026)." />Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Chairul Tanjung Paparkan 5 Sebab Dunia Masuk Masa "Chaos"