RI Bisa Tumbuh 8%, CT Bagikan Rumusnya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di periode pemerintahannya. Target ini menjadi sorotan mengingat Indonesia rata-rata tumbuh 5% dalam 20 tahun terakhir.
Chairman CT Corp Chairul Tanjung menilai Indonesia mampu tumbuh 8%. Hal ini karena sebelumnya, Indonesia pernah mencetak pertumbuhan 8% pada tahun 1995.
Saat itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,22% dan konsumsi tumbuh double digit, yakni 12,58%. Sementara itu, sekarang konsumsi hanya 4,98% dan investasi 13,99%. Maka dari itu, ekonomi Indonesia rata-rata hanya tumbuh 5,09%.
Pada 1995, konsumsi pemerintah hanya 1,34% dan sekarang 2,9%. Ini menunjukkan belanja pemerintah justru meningkat, tetapi pertumbuhan hanya mencapai 5%. Padahal, idealnya menuju 8%, Indonesia diharapkan bertopang pada konsumsi dan investasi.
"Ini adalah sekadar contoh, kalau orang bertanya tumbuh 8%, bisa cuma caranya yang harus dilakukan untuk bisa tumbuh 8%," kata Chairul Tanjung yang akrab dipanggil CT, dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurut CT, mayoritas penduduk ekonomi Indonesia sebenarnya berada di sektor pertanian. Dia meyakini sektor pertanian cukup baik. Namun, sumbangannya ke jumlah tenaga kerja tidaklah besar.
Serapan tenaga kerja dari sektor pertanian hanya 1% dari PDB. Sementara itu, jika ke Industri, serapannya berbalik menjadi 2 kali lipat.
"Jadi 2x lipat, dari pertanian ke industri ada added value 4x lipat. Jasa tumbuh bisa 4x lipat dan pertanian ke jasa 7-8x lipat," katanya.
Dengan demikian, Indonesia dinilai perlu melakukan transformasi di sektor pertanian dan industri guna mendorong pertumbuhan lebih tinggi. Caranya, kata CT, adalah dengan mendorong inovasi dan teknologi guna mencapai science based ekonomi.
(haa/haa)[Gambas:Video CNBC]