MARKET DATA

CT Sebut Dunia Masuk Era Chaos, Ini Penyebabnya!

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
10 February 2026 10:15
Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengungkapkan kengerian dunia yang masih dihantui oleh ketidakpastian ke depannya. Dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

"Masa sekarang ini disebut masa the age of chaos, The Economist membuat cover seperti ini, menggambarkan masuk ke era chaotic, masa penuh turbulensi, masa dimana penuh ketidakpastian, kita tahu ketidakpastian ada banyak, di geopolitik, ekonomi, dan disrupsi technology, dan ada masalah lingkungan," kata Chairul.

Salah satu tantangan pertama yang Chairul Tanjung atau CT soroti adalah geopolitik. Menurutnya, masalah ini tidak pernah selesai, contohnya Ukraina-Rusia, Israel dan Palestina, Iran, Hamas dan yang terbaru adalah AS dan Greenland, setelah Venezuela.

Selain geopolitik, CT pun menilai ada tantangan baru, yakni geoekonomi. Geoekonomi ini ditandai oleh perang dagang yang dicanangkan Presiden Trump.

CT menerangkan latar belakang Trump melakukan perang dagang. Hal ini berawal dari pertumbuhan ekonomi AS yang kalah cepat dengan China, terutama dalam sektor perdagangan.

"AS di perdagangan dunia tahun 2000, menyumbang US$ 2 triliun. China baru US$ 400 miliar. Tahun 204 AS naik, tapi China menjadi US$ 6,2 triliun, naiknya 1.200%," ujar CT.

Dari masalah ini, jika AS tidak bergerak maka China akan menguasai dunia dalam waktu tidak lama lagi. Maka dari itu, CT membela diri dengan melakukan perang dagang.

Menurut CT, Trump adalah businessman. Dengan demikian, dia sosok yang practical dalam kebijakan.

"Dia tidak mau lihat hal-hal di luar kontekstual. Ekonomi adalah masalah survival, ini yang dilakukan Trump dan sudah terjadi dedolarisasi, cadangan devisa di beberapa negara cenderung turun," paparnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Manufaktur RI Memang Tumbuh, Tapi Menperin Akui Kalah dari Negara Ini


Most Popular
Features