Economic Outlook 2026

Alasan di Balik Trump Getol Ajak Perang Dagang, Ternyata Gegara Ini

teti purwanti, CNBC Indonesia
Selasa, 10/02/2026 10:18 WIB
Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang dagang diwarnai perang tarif dan proteksionisme jadi satu dari sederet persoalan yang tengah dihadapi dunia saat ini. Di tengah-tengah kondisi penuh ketidakpastian, mulai dari persoalan ekonomi, politik, masalah demografi, disrupsi teknologi, hingga masalah lingkungan. 

Dalam kondisi itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di awal era kepemimpinannya yang kedua, menabuh genderang perang dagang. Dengan agresif memberlakukan tarif impor yang sangat besar bagi negara-negara mitra dagangnya. Alhasil, negara-negara berlomba-lomba melakukan negosiasi ulang dengan Trump, untuk memulihkan akses ekspor masing-masing.

Lantas, apa penyebab sikap Trump tersebut?


Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung mengatakan, langkah Trump itu tak lain sebagai strategi pertahanan menghadapi laju ekonomi China yang ternyata mulai menguasai perdagangan dunia. 

"Saya ingin sharing sedikit mengenai trade war (perang dagang) yang direncanakan Presiden Donald Trump. Kenapa? Ternyata, Amerika mengalami pertumbuhan yang jauh kalah cepat dibandingkan China dalam hal perdagangan," katanya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

"Tahun 2000, perdagangan AS sudah mencapai US$2 triliun, sementara China baru US$404 miliar. Tahun 2024, AS naik 167%, sementara China naik 1.200%," tambahnya. 

Karena itu, imbuhnya, AS ingin melakukan sesuatu untuk menolong ekonominya. Di saat China yang mulai menguasai dunia dalam waktu yang tidak lama. 

"Makanya, Trump ingin membela diri dengan trade war," ucap Chairul.

"Trump adalah businessman, praktikal dalam kebijakan. Dia tidak mau lihat hal-hal di luar kontekstual. Ekonomi adalah masalah survival. Ini yang dilakukan Trump," katanya.

Chairul pun mengutip cover majalah The Economist yang menyebut, dunia saat ini dalam "The Age of Chaos". Era penuh ketidakpastian, era penuh turbulensi. 

Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)" title="Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026)." />Foto: Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung saat menyampaikan sambutan dalam acara Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation" di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)


 


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Chairul Tanjung Paparkan 5 Sebab Dunia Masuk Masa "Chaos"