Media Singapura Sorot Kecelakaan Anak WNI Hingga Tewas, Sebut Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Tragedi yang menewaskan anak warga negara Indonesia (WNI) berusia 6 tahun di kawasan Chinatown, Singapura, menjadi sorotan media Negeri Singa. Disebut bagaimana korban, Sheyna Lashira Smaradiani aliasn Nana merupakan anak yang seperti "peri" bagi keluarga.
Ini terlihat dalam laporan The Straits Times , "Girl, 6, who died in Chinatown accident in Singapore 'truly like a fairy', says aunt" pada Selasa (10/2/2026). Korban digambarkan sebagai sosok ceria yang selalu membawa kebahagiaan.
"Sheyna benar-benar seperti peri, selalu membuat orang bahagia," tulis media itu merujuk laman lokal yang mengutip bibi Sheyna.
"Kami berharap keadilan bagi para korban dapat ditegakkan," kata keluarga Sheyna yang lain, Satrio Wicaksono masih merujuk laman lokal.
Foto: Bocah WNI 6 tahun tewas ditabrak di Singapura. (Facebook/Nguyen Thi Hanh)Bocah WNI 6 tahun tewas ditabrak di Singapura. (Facebook/Nguyen Thi Hanh) |
Sorotan juga diberikan laman lain, Channel News Asia (CNA) dalam artikel "Chinatown accident: Mother regains consciousness; Indonesian Embassy offers to coordinate legal help if needed". Dilaporkan bagaimana sang ibu, kini masih dirawat di ruang perawatan intensif tetapi dalam kondisi stabil.
"Ibu yang tertabrak mobil dalam kecelakaan mobil di Chinatown baru-baru ini telah sadar kembali dan dalam kondisi stabil di ruang perawatan intensif," kata Kedutaan Besar Indonesia di Singapura pada hari Selasa.
"Kedutaan mengatakan bahwa wanita tersebut masih menjalani perawatan medis intensif di unit perawatan intensif Rumah Sakit Umum Singapura (SGH), setelah mengalami cedera serius, termasuk cedera internal dan patah tulang," tambahnya.
Dilaporkan pula bagaimana Kedutaan Besar Indonesia melalui perwakilan telah bertemu dengan keluarga yang terlibat, termasuk suami dan ayah korban. Terutama untuk "menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan segera".
"Kedutaan Besar Indonesia juga mengatakan bahwa mereka telah berkoordinasi erat dengan Kepolisian Singapura untuk memantau perkembangan penyelidikan hukum yang melibatkan pengemudi kendaraan tersebut," ujarnya.
Korban Sheyna meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan 6 Februari. Sang ibu, Raisha Anindra Pascasiswi, mengalami luka serius.
Insiden terjadi di luar Kuil Relik Gigi Buddha, Chinatown. Polisi Singapura telah menangkap pengemudi perempuan berusia 38 tahun atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian.
Penyelidikan atas kasus kecelakaan tersebut masih terus berlangsung. Penangkapan pengemudi dilakukan karena ia mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar, yang menyebabkan kematian.
Kronologi kejadian sebelumnya sempat diungkapkan oleh seorang saksi mata yang berjalan tepat di belakang korban. Dalam unggahan di laman Facebook SG Road Vigilante, saksi menyebut mobil tiba-tiba keluar dari area parkir tanpa memperhatikan pejalan kaki yang sedang menyeberang.
"Saya berjalan tidak jauh di belakang ibu dan anak itu. Pengemudi hanya melihat ke kiri saat berbelok ke kanan, lalu tiba-tiba berakselerasi," tulis saksi tersebut, yang juga mengungkapkan bahwa roda belakang mobil sempat melindas tubuh sang ibu.
"Saya tidak mengerti mengapa pengemudi berakselerasi begitu cepat saat keluar dari tempat parkir," ujarnya.
(tfa/sef)[Gambas:Video CNBC]
Foto: Bocah WNI 6 tahun tewas ditabrak di Singapura. (Facebook/Nguyen Thi Hanh)