Sederet Tokoh Penting Kumpul Bahas Konsolidasi & Akselerasi Ekonomi RI

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Senin, 09/02/2026 18:34 WIB
Foto: Economic Outlook 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menghadapi momentum penting dalam menentukan arah ekonomi jangka panjang, setelah melalui fase pemulihan dan ekspansi oleh pemerintahan baru. Dengan pertumbuhan yang mulai stabil dan berbagai indikator makro yang menunjukkan perbaikan, 2026 pun menjadi momen strategis untuk mempertahankan capaian sekaligus mempercepat arah transformasi struktural dan sektor strategis nasional.

Lembaga internasional pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak di kisaran 5% pada tahun ini, seperti World Bank dan IMF. Optimisme ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang dianggap sebagai negara "bright spot" atau titik terang di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Optimisme akan pertumbuhan ekonomi tanah air, diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang meyakini ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% pada 2026. Hal ini karena adanya momentum pembalikan ekonomi serta dua mesin pertumbuhan yakni fiskal serta moneter yang semakin sinkron.


Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan pembenahan iklim investasi di Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Optimisme juga terlihat dari pernyataan Bank Indonesia (BI), yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 akan lebih baik. BI memproyeksikan ekonomi Indonesia di 2026 akan tumbuh pada rentang 4,9-5,7% dan 2027 mencapai 5,1-5,9%.

Untuk mengawal peluang dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, CNBC Indonesia menggelar CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation". Acara ini diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari pukul 09.00-16.00 WIB.

CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 hadir sebagai forum ekonomi utama yang mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor, yakni pemerintah, pelaku industri, investor, hingga akademisi untuk mendiskusikan agenda besar ekonomi nasional. Tema ini mencerminkan urgensi untuk mengokohkan fondasi pertumbuhan yang sudah dicapai, guna mempercepat transformasi menuju ekonomi yang lebih hijau, digital, tangguh, dan berdaya saing global.

Forum akan mengulas bagaimana Indonesia dapat mengonsolidasikan stabilitas fiskal, memperkuat ketahanan sektor riil, dan menciptakan iklim investasi yang lebih progresif. Di saat yang sama, forum ini juga menyoroti strategi percepatan transformasi, termasuk pengembangan energi bersih, perdagangan karbon, ketahanan pangan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung produktivitas nasional.

Melalui pendekatan kolaboratif, CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 bertujuan menjadi platform strategis dalam merumuskan arah baru pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara ini didukung oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bank Mega Tbk, Jababeka & Co, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT TASPEN (Persero), Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), PAM JAYA,PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), PT Pertamina (Persero), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Jadi jangan sampai ketinggalan. Pantau siaran langsungnya di cnbcindonesia.com, CNBC Indonesia TV. Selain itu, acara juga akan Live di YouTube CNBC Indonesia serta Instagram @cnbcindonesia dan TikTok @cnbcindonesia.

 


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Ekonomi RI Tumbuh 5,11% di 2025 - Bitcoin "Berdarah-Darah"