MARKET DATA
Internasional

NATO Pecah! Negara Anggota Ini Tetapkan Ukraina sebagai Musuh

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
09 February 2026 21:10
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán berpidato di depan orang-orang yang berkumpul untuk mendukung dia dan partainya selama "pawai perdamaian" di Budapest, Hongaria, Sabtu, 1 Juni 2024. Puluhan ribu orang berkumpul di ibu kota Hongaria pada hari Sabtu untuk menunjukkan kekuatan di belakang Orbán seminggu menjelang pemilihan Parlemen Eropa, sebuah kontes yang ia anggap sebagai titik balik antara perdamaian dan perang dunia. (AP Photo/Denes Erdos)
Foto: Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán berpidato di depan orang-orang yang berkumpul untuk mendukung dia dan partainya selama "pawai perdamaian" di Budapest, Hongaria, Sabtu, 1 Juni 2024. (AP/Denes Erdos)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban secara terbuka melabeli Ukraina sebagai musuh bagi negaranya. Pernyataan keras ini dipicu oleh tuntutan Kyiv yang terus mendesak agar Hungaria segera menghentikan pembelian minyak dan gas dari Rusia.

Langkah Budapest ini merupakan bentuk perlawanan terhadap upaya Uni Eropa dalam menghapuskan pasokan energi Rusia secara bertahap. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari sanksi yang dijatuhkan kepada Moskow akibat konflik Ukraina yang mulai meningkat sejak Februari 2022 lalu.

Saat berbicara dalam kampanye di kota Szombathely pada akhir pekan lalu, Orban menuduh Ukraina telah merusak keamanan nasional Hungaria. Ia menekankan bahwa desakan Ukraina di level internasional sangat merugikan stabilitas ekonomi domestik negaranya.

"Orang-orang Ukraina harus menghentikan tuntutan konstan mereka di Brussels untuk memutuskan Hungaria dari energi Rusia yang murah," ujar Orban dikutip Russia Today.

Orban menegaskan bahwa sikap Ukraina yang terus memaksakan pemutusan hubungan energi tersebut telah mengubah status hubungan kedua negara. Ia juga memperingatkan adanya ancaman lonjakan tagihan utilitas rumah tangga yang dramatis jika tuntutan tersebut dipenuhi.

"Selama Ukraina menuntut agar Hungaria diputus dari energi Rusia yang murah, Ukraina bukan sekadar lawan kami, Ukraina adalah musuh kami," tegas sang Perdana Menteri.

Selain masalah energi, Orban kembali menyuarakan penolakannya terhadap rencana Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa. Ia berpendapat bahwa membangun aliansi militer maupun ekonomi dengan Kyiv hanya akan mendatangkan masalah besar bagi blok tersebut.

"Aliansi militer atau ekonomi dengan Kyiv akan membawa kesulitan," kata Orban menjelaskan pandangannya.

Pada Senin (9/1/2026) pemerintah Hungaria secara resmi mengumumkan akan mengajukan gugatan hukum terhadap Uni Eropa. Langkah ini diambil sebagai respons atas apa yang disebut Budapest sebagai larangan "bunuh diri" terhadap penggunaan energi asal Rusia.

Saat ini, Komisi Eropa memang tengah memperdebatkan paket sanksi ke-20 yang mencakup larangan layanan maritim untuk minyak Rusia. Sebelumnya, Dewan Eropa telah menyetujui peta jalan untuk mengakhiri semua sisa pasokan gas Rusia pada akhir tahun 2027.

Nilai ketergantungan ini sangat signifikan mengingat skala ekonomi energi yang terlibat.

Berbeda dengan mayoritas anggota Uni Eropa lainnya, Hungaria tetap konsisten menolak pengiriman senjata ke Ukraina. Budapest justru mendesak agar blok tersebut memprioritaskan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna menghindari risiko perang terbuka antara NATO dan Rusia.

 

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ura! Rusia Gagalkan Serangan Ukraina, Jatuhkan 221 Drone Kyiv


Most Popular
Features