MARKET DATA

Ekspor Beras ke Arab Saudi, Bulog Pakai Penggilingan Perusahaan Ini

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
09 February 2026 17:55
Pekerja memeriksa cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pekerja memeriksa cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog akan menggunakan fasilitas penggilingan milik Wilmar untuk memproduksi beras khusus jemaah haji yang akan diekspor ke Arab Saudi. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya sudah diminta oleh pemerintah untuk menyediakan beras premium khusus yang akan diekspor ke Arab Saudi.

Sesuai arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Bulog juga diminta menyiapkan beras yang benar-benar segar. Gabah yang digunakan berasal dari gabah kering panen (GKP) yang baru dipanen dan langsung diolah.

"Arahan dari Menteri Pertanian kepada kami untuk menyiapkan beras yang masih fresh untuk diekspor ke Arab Saudi, dan sesuai saran Pak Menko Pangan (Zulhas), kita gunakan alat penggilingan yang ada di Wilmar. Kenapa di Wilmar? Karena Wilmar punya alat yang canggih. Dengan komputerisasi dan hasilnya bagus sekali," kata Rizal saat ditemui wartawan di kantor Kemenko Pangan, Senin (10/2/2026).

Pihaknya juga sudah mendapat izin dari Bareskrim terkait penggunaan penggilingan Wilmar.

Stok beras di gudang Bulog. (Dok. Kementan)Foto: Stok beras di gudang Bulog. (Dok. Kementan)
Stok beras di gudang Bulog. (Dok. Kementan)

"Izinnya dari Bareskrim kemarin. Kami sudah dapet izinnya untuk pinjam dan pakai penggilingan Wilmar," lanjutnya.

Dengan memakai alat penggilingan milik Wilmar, Rizal mengatakan Bulog berhasil mengolah gabah yang masih baru dipanen menjadi beras premium dengan kualitas khusus. Hasilnya, kadar patah beras tersebut hanya mencapai 5%, dari standar minimum patah beras premium yang mencapai 15%.

Adapun beras tersebut harus memiliki kadar patah sebesar 5% karena sudah ketentuan dari pihak Arab Saudi.

"Kami sudah bisa mengolah gabah menjadi beras premium dengan pecahan 5% dan kadar air di bawah 14%, sesuai dengan permintaan dari buyernya yang ada di Arab Saudi, karena para buyer-buyer itu adalah para pengelola dapur-dapur jemaah haji Indonesia," jelasnya.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Pamer Beras RI di PBB, Swasembada hingga Lumbung Pangan Dunia


Most Popular
Features