Abaikan Moody's, Purbaya: Tahun Ini Ekonomi RI Naik 6%!
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta lembaga international agar lebih adil untuk memberikan penilaian kepada Indonesia. Menurutnya, laporan yang baru dirilis Moody's tidak menyertakan variabel ekonomi secara lengkap.
"Kan harusnya lembaga pemeringkat melihat apakah suatu negara itu mau bayar utang atau mampu bayar utang. Itu bisa bisa dilihat juga dari stabilitas sosial politik dan arah pertumbuhan ekonominya," kata Purbaya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Terkait arah perekonomian, Purbaya menunjukkan sudah banyak sekali perubahan. Pada kuartal IV-2026, ekonomi nasional mampu tumbuh 5,39% (year on year/yoy) dan keseluruhan tahun 5,11% yoy atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
"Ini prestasi yang luar biasa. Anda lihat IMF menaikkan prediksi (ekonomi) kita dari 4,9% ke 5,2%. JPMorgan juga sama," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Purbaya fokus bagaimana ekonomi bisa tumbuh lebih tinggi melalui perbaikan iklim usaha hingga permodalan yang memadai.
"Sehingga ekonominya betul-betul tumbuh kuat. Nanti yang penilaian Moody's juga akan diubah dengan sendirinya kalau kita bisa membalik arah ekonomi dan terus menjaga pembalikan ekonomi ke depan," terang Purbaya.
Purbaya meyakini ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6% dalam waktu dekat. Dengan demikian, Moody's nanti juga akan mengubah laporan untuk ke depannya.
"Jadi saya gak terlalu khawatir. Harusnya tahun ini bisa menaikkan 6 persen. Kalau itu kejadian nanti semuanya juga merubah rating untuk surat utang negara Indonesia," tegas Purbaya.
(mij/mij)[Gambas:Video CNBC]