MARKET DATA

Menkes Curiga Kemenkeu Gak Punya Uang, Purbaya: Cash Gak Ada Masalah!

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
09 February 2026 12:28
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan pemerintah mengalokasikan pembayaran penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) sebesar Rp 96,4 triliun.

"Yang Rp 46,64 triliun sudah masuk ke DIPA Kementerian Kesehatan. Yang Rp 10 triliun lagi juga dalam DIPA Kementerian Kesehatan. Ini masih menunggu catatan, diblokir menunggu dasar kebijakan lebih lanjut," kata Purbaya, dalam rapat dengan ketua komisi DPR RI, Senin (9/2/2026).

Purbaya mengatakan semua tergantung pada keputusan Menteri Kesehatan untuk mengeksekusi anggaran.

"Tergantung Kementerian Kesehatan maunya apa. Mau diapain ke kita belum clear. Mau dipakai untuk iuran PBI atau menaikkan modal iuran sah. Tapi belum putus. Begitu diputus, besok saya bayar," kata Purbaya.

Selain itu, ada pencadangan PBI-JK di dalam Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) sebesar Rp 10 triliun. Ini juga masih menunggu dasar kebijakannya.

Purbaya kembali menegaskan semua tergantung Kementerian Kesehatan keputusan kebijakan penggunaan anggarannya seperti apa. Jika sudah diputuskan, Purbaya siap menyalurkan.

"Jadi Menkes bilang penyalurannya lambat karena mereka curiga saya gak punya uang. Saya punya uang. Tahun lalu aja Rp 270 triliun gak bisa dipakai itu, di luar anggaran," paparnya.

"Jadi isu cash ga ada masalah...berapa yang Anda minta saya kasih" tegasnya.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Menkes BGS Tiba-Tiba Datangi Kantor Purbaya, Ternyata Bahas Isu Ini


Most Popular
Features