Internasional

Amerika Serikat 1000% Akan Bangkrut, Terancam Kolaps-Utang Menggunung

sef, CNBC Indonesia
Senin, 09/02/2026 12:00 WIB
Foto: Elon Musk. (REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) 1.000% terancam bangkrut. Negara itu akan kolaps karena utang menggunung.

Peringatan ini muncul dari CEO Tesla, Elon Musk, merujuk pada kondisi keuangan AS. Ia menilai Negeri Paman Sam berada di jalur menuju kebangkrutan akibat lonjakan utang nasional yang kian tak terkendali.


Dalam pernyataannya di sebuah podcast yang tayang akhir pekan, Musk menegaskan bahwa tanpa terobosan besar di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan robotika, AS berisiko gagal secara finansial sebagai sebuah negara. Menurutnya, tanpa kemajuan teknologi tersebut, persoalan utang nasional nyaris mustahil untuk diselesaikan.

"Kita 1.000% akan bangkrut sebagai negara dan gagal sebagai negara tanpa AI dan robot. Utang nasional menumpuk dengan sangat gila," katanya sebagaimana dimuat Yahoo Finance dari Benzinga, dikutip Senin (9/2/2026).

Saat ini, utang nasional AS tercatat mencapai US$ 38,56 triliun (sekitar Rp 650 ribu triliun). Belanja pemerintah federal terus jauh melampaui pendapatan.

Bahkan, pada tahun fiskal 2026 saja, pemerintah AS disebut telah membelanjakan sekitar US$ 602 miliar lebih besar dibandingkan penerimaannya. Musk juga menyoroti beban pembayaran bunga utang yang semakin berat.

"Pembayaran bunga utang nasional kini sudah melampaui anggaran militer, yang besarnya mencapai sekitar US$ 1 triliun," katanya masih dimuat laman yang sama.

Tekanan fiskal ini diperkirakan akan semakin parah. Merujuk, laporan Committee for a Responsible Federal Budget (CRFB), pembayaran bunga utang nasional AS akan menembus US$ 1,5 triliun pada 2032 dan meningkat menjadi US$ 1,8 triliun pada 2035.

Sebenarnya peringatan Musk juga menyentuh potensi melemahnya nilai dolar AS, isu yang sebelumnya kerap ia suarakan. Data Federal Reserve Bank of Minneapolis menunjukkan daya beli US$ 100 pada 2025 setara dengan hanya US$ 12,06 pada 1970, mencerminkan erosi nilai yang signifikan dalam jangka panjang.

Kombinasi antara pelemahan dolar dan lonjakan biaya pembayaran bunga utang berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian AS. Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius serta solusi inovatif dalam waktu dekat.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Atasi Soal Utang , DPR Mau Merger 7 BUMN Karya Selesai H1-2026