Penyaluran Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Tembus Rp48,78 T di 2025

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Senin, 09/02/2026 10:50 WIB
Foto: Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menuturkan pemerintah menyalurkan PBI-JKN mencapai Rp 48,78 triliun pada 2025. Bantuan ini diberikan kepada 96,8 juta jiwa, tersebar di kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Gus Ipul mengungkapkan dari dana Rp 48,78 triliun, BPJS Kesehatan menerima dana sebesar kurang lebih Rp 4 triliun per bulan. Pada 2026 ini, Mensos menuturkan proprosi penerima PBI-JKN mulai membaik. Hal ini dibarengi oleh adanya perbaikan data dari penyempurnaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


"Berdasarkan DTSEN masih ada penduduk desil 1-5 yang belum menerima PBI-JKN. Sementara sebagian desil 6-10 masih tercatat sebagai penerima," kata Mensos dalam rapat dengan DPR RI, Senin (9/2/2026).

Dari data Kemensos, desil 1-5 yang belum menerima PBI-JKN mencapai 54,13 juta jiwa pada 2025. Sementara itu, desil 6-10 yang masih menerima PBI-JKN mencapai 15,12 juta jiwa pada 2025.

Ini artinya, kata Mensos, yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu. Dia memastikan akan melakukan cross-check data dan bekerjasama dengan daerah untuk melakukan validasi dan konfirmasi cepat. Sepanjang 2025, Kemensos baru melakukan cross check data kepada 14 juta rumah tangga.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah 2025 Bantu Masyarakat