MARKET DATA

Gawat! 54 Juta Orang Miskin Belum Terima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
09 February 2026 10:03
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)
Foto: Menteri Sosial, Saifullah Yusuf dalam rapat konsultasi dengan Pimpinan Komisi DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/TVR Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah memperbaiki mekanisme penyaluran program jaminan sosial dalam bentuk BPJS Kesehatan. Terutama untuk menyalurkan bantuannya supaya tepat sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, berdasarkan data teranyar DTSEN 2025 masih ditemukan salah sasarannya penyaluran Program Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Ia mengatakan, terdapat 15,12 juta orang mampu yang masih menerima PBI dengan golongan yang termasuk desil 6-10.

Sementara itu, orang-orang yang tidak mampu alias masuk golongan miskin dengan cakupan desil 1-5, masih banyak yang belum menerima PBI jaminan kesehatan nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan, jumlahnya 54,13 juta jiwa.

"Jadi yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu," kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu dalam Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan temuan itu, ia menekankan, pemerintah sudah mulai melakukan pengelolaan penyaluran BPJS sejak tahun lalu supaya lebih tepat sasaran. Menurutnya, sejak 2025 pemerintah sudah menonaktifkan 13,5 juta penerima PBI yang terindikasi tidak tepat sasaran.

"Dari 13,5 juta yang kita non aktifkan itu, berpindah ke segmen mandiri, jadi ini artinya penonaktifan yang pas dan tepat sehingga ia mampu secara mandiri, dan ada yang diambil alih pemda yang sudah Universal Health Coverage," tutur Gus Ipul.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Belum Final!


Most Popular
Features