MARKET DATA
Energy Outlook 2026

Tak Cuma Biodiesel, Bioavtur RI Bisa Jadi Juara Satu Dunia

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
06 February 2026 18:10
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji pelaksanaan program mandatori bioavtur setelah sukses menjalankan mandatori biodiesel 40% atau B40. Program tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan pengembangan bioavtur membuat Indonesia berpotensi menjadi negara terdepan di dunia. Pasalnya, belum banyak negara yang mampu memproduksi bahan bakar untuk pesawat tersebut.

"Saya rasa kalau Bioavtur kita langsung progress-nya lebih cepat, kita bisa juara satu tuh. Karena belum ada, sekarang negara lain baru bisa bicara 1% dan itu pun dari sumber yang diimpor dari negara lain, termasuk dari kita. Nah ini yang akan segera juga dimandatorikan oleh Pak Menteri nanti dalam Kepmen roadmap pentahapan Bioenergi, kita akan segera keluarkan," kata Eniya dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia dikutip Jumat (6/2/2026).

Menurut Eniya, program bioavtur nantinya akan segera masuk dalam kebijakan mandatori pemerintah. Hal tersebut akan dituangkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) terkait roadmap pentahapan bioenergi.

Lebih lanjut, Eniya menilai bahwa bioavtur bisa menjadi salah satu potensi besar bagi Indonesia untuk masuk ke pasar global dan berpeluang menjadi pusat pengembangan di kawasan Asia Pasifik.

Adapun, dengan sumber bahan baku yang berasal dari dalam negeri serta didukung kekayaan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil, biofuel dinilai dapat menjadi andalan energi nasional.

"Jadi tidak perlu bergantung dari negara lain, sumbernya dari kita. Dan kita itu negara yang mempunyai Biodiversity terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Jadi biofuel menjadi andalan," ujarnya.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Simak! Ini Pentingnya Penguatan Tata Kelola Energi di Tanah Air


Most Popular
Features