Dukung Jakarta E-Prix, ABB Bawa Inovasi Elektrifikasi di RI

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Rabu, 21/05/2025 14:57 WIB
Foto: ABB Formula E World Championship 

Jakarta, CNBC Indonesia - ABB berkomitmen membantu mengatasi tantangan krisis iklim global yang semakin intensif melalui inovasi dan elektrifikasi. Sebagai sponsor utama dalam gelaran Formula E, ABB menyiapkan sejumlah inovasi dalam rangka transisi energi.

Presiden Direktur and Country Holding Officer ABB Indonesia Gerard Chan menjelaskan Formula E juga merupakan showcase dari masa depan mobilitas, yakni nol emisi dan dioptimalkan secara digital. Bagi ABB, ini merupakan testbed global untuk teknologi yang dirancang untuk memberikan dampak.

"Kami tidak hanya balapan mobil. Kami balapan melawan waktu. Teknologi kami dirancang untuk mengatasi krisis iklim," kata dia Selasa (20/5/2025).


Dalam inisiatif mendorong penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia, ABB menghadirkan pengisi daya cepat DC Terra series. Inovasi ini mengurangi waktu pengisian, meningkatkan keandalan jaringan, dan mendukung perluasan jaringan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

"Kolaborasi strategis dengan PLN Group dan anak perusahaannya membantu membangun infrastruktur EV yang kuat di seluruh pusat kota dan koridor transit," tutur Chan.

Upaya mobilitas bersih ini tidak hanya terbatas pada inisiatif pemerintah. ABB juga bekerja sama dengan pengembang swasta, operator armada, dan penyedia logistik untuk mengintegrasikan pengisian EV ke dalam smart building, ruang publik, dan depot.

"Pendekatan komprehensif ini memastikan bahwa mobilitas bersih menjadi kenyataan yang praktis dan dapat diakses oleh semua orang Indonesia," tambah dia.

ABB turut menangani efisiensi energi industri. Di mana lebih dari 60% listrik industri di Indonesia digunakan untuk menggerakkan motor listrik dan banyak di antaranya sudah ketinggalan zaman.

Dalam hal ini, ABB menyediakan motor IE3 dan IE5 yang dapat mengurangi konsumsi energi hingga 30. Dengan kata lain, produk ini menghemat biaya dan pengurangan emisi yang signifikan.

"Efisiensi energi adalah cara tercepat untuk mengurangi emisi menggunakan teknologi yang sudah kita miliki," kata Chan.

Lebih lanjut, untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, ABB berinvestasi dalam kemampuan lokal Indonesia. Di fasilitas Cibitung, ABB memproduksi dan merakit komponen listrik utama seperti pusat kontrol motor, switchgear, dan penggerak kecepatan variabel.

Perusahaan ini juga bermitra dengan OEM lokal untuk mengurangi ketergantungan impor dan berkolaborasi dengan sekolah kejuruan dan universitas untuk melatih generasi berikutnya dari teknisi Indonesia. Di pusat data, ABB menyediakan sistem daya yang efisien energi dan alat pemantauan. Di Jawa Barat, otomatisasi membantu utilitas air mengelola aliran dan mengurangi penggunaan energi.

Kemudian di Kalimantan Selatan, ABB memodernisasi sistem konveyor terminal kargo curah yang mengurangi konsumsi energi sebesar 15%.

"Peningkatan ini dirancang untuk membuat infrastruktur kritis lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim," terang Chan.

Pada tahun 2030, ABB berharap aksinya bisa mengurangi penggunaan energi (fosil) di industri sebesar 25%, memperluas infrastruktur EV di seluruh negeri, menggandakan kapasitas rekayasa lokal, dan memupuk kemitraan publik-swasta untuk meningkatkan elektrifikasi dan otomatisasi di berbagai sektor.

"Ketika Indonesia berlari menuju masa depan yang lebih bersih dan lebih efisien, ABB membantu membangun sistem, kemampuan, dan kemitraan yang membuat Indonesia mencapai tujuan tersebut," pungkas dia.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Baterai Solid-State Pertama di Dunia Siap Diproduksi