Gaji Laki-laki di Indonesia Naik Tapi Perempuan Turun, Segini Nilainya
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata upah buruh pada rata-rata upah atau gaji buruh/karyawan/pegawai pada November 2025 masih sebesar Rp 3,33 juta. Angka ini tak berubah dibanding catatan pada Agustus 2025.
Namun, nilai rata-rata upah buruh terbaru ini tidak bisa dibandingkan dengan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya karena baru kali ini BPS merilis data hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025.
"Upah buruh berdasarkan hasil Sakernas November 2025 tercatat sebesar Rp 3,33 juta rupiah," dikutip dari laporan terbaru BPS, Jumat (6/2/2026).
BPS mencatat, dalam periode Sakernas November 2025, terungkap bahwa upah buruh laki-laki mencapai Rp 3,61 juta, lebih tinggi dibandingkan buruh perempuan yang sebesar Rp 2,82 juta.
Nilai rata-rata upah buruh laki-laki tercatat naik sekitar 0,55% dibanding catatan per Agustus 2025 yang sebesar Rp 3,59 juta. Sementara itu, untuk upah buruh perempuan malah turun sekitar 1,39% karena pada Agustus 2025 tercatat senilai Rp 2,86 juta.
Jika dilihat menurut lapangan usaha, buruh pada lapangan usaha Informasi dan Komunikasi memperoleh upah tertinggi sebesar 5,17 juta rupiah, sedangkan buruh pada lapangan usaha Aktivitas Jasa Lainnya menerima upah terendah sebesar 1,96 juta rupiah.
Hasil Sakernas November 2025 BPS juga menunjukkan upah buruh berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditamatkan, semakin besar upah yang diterima.
Buruh berpendidikan Diploma IV, S1, S2, S3 memperoleh rata-rata upah tertinggi sebesar Rp 4,63 juta, sementara buruh berpendidikan SD ke bawah menerima upah terendah sebesar Rp 2,22 juta.
"Dengan demikian, buruh berpendidikan Diploma IV, S1, S2, S3 menerima upah sebesar 2,1 kali lipat dibandingkan buruh berpendidikan SD ke bawah," sebagaimana tertera dalam laporan BPS terbaru.
(mij/mij)[Gambas:Video CNBC]