Buka-bukaan! Wamenkeu Juda Agung Bakal Lakukan Ini di Kemenkeu
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung telah mengunjungi kantor barunya, Gedung Juanda I, Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, seusai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (5/2/2026).
Mantan deputi gubernur Bank Indonesia itu pun telah mendapatkan amanat khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan sejumlah penguatan di Kementerian Keuangan, terutama terkait dengan penguatan sinergi otoritas fiskal dan moneter untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Tentu saja, saya dari Bank Indonesia, kemudian ke sini, saya kira koordinasi Insya Allah akan semakin baik saya harap. Dan ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kepada kami, pada saya," kata Juda saat tiba di kantor barunya itu.
Berbekal arahan khusus Kepala Negara, Juda Agung mengatakan, akan melakukan berbagai program yang mendukung penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk mencapai target Presiden Prabowo Subianto mempercepat laju pertumbuhan ekonomi ke level 8%.
"Beliau arahannya, intinya adalah bahwa fiskal moneter harus berkoordinasi bersama dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan. Tentu saja juga, pada saat ini kita harus menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk stabilitas dengan fiscal. Mungkin intinya itu dari saya," tutur Juda.
Dalam menjalankan tugas barunya sebagai wakil menteri keuangan, Juda Agung akan bekerja sama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam meramu kebijakan fiskal sampai 2029.
Meski begitu, Juda Agung mengaku belum mengadakan pertemuan khusus dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membicarakan pembagian tugas dengan Suahasil Nazara.
"Detailnya belum ya. Detailnya nanti Insya Allah besok saya ketemu beliau untuk membahas detail pembagian tugasnya," kata Juda Agung.
Dalam melakukan pembenahan di internal Kementerian Keuangan, ia memastikan akan mendukung penuh langkah-langkah yang telah dilakukan Purbaya ke depannya. Termasuk soal pemberantasan korupsi.
"Ya saya kira apa yang sudah dilakukan oleh Pak Purbaya ya di dalam empat bulan terakhir ini adalah upaya-upaya untuk memperkuat, untuk mengurangi risiko dari korupsi di dua lembaga itu," tuturnya.
"Saya kira seperti yang juga disampaikan bahwa proses hukum tentu saja harus didorong walaupun ada pendampingan dari Kementerian Keuangan. Saya kira itu sudah langkah yang tepat ya," tegas Juda Agung.
(arj/mij)