Energy Outlook 2026

MPR: RI Harus Kembangkan Pembangkit Nuklir!

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Kamis, 05/02/2026 15:50 WIB
Foto: Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan, bahwa Indonesia harus mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Ia menilai saat ini Dunia sudah mengembangkan pembangkit berbahan bakar uranium tersebut.

Eddy mencatat. terdapat sebanyak 62 proyek nuklir di Dunia, dengan kapasitas mencapai 75 Giga Watt (GW). Mayoritas pembangkit tersebut ada di China dan Rusia.

"Kita harus mengembangkan nuklir. Seluruh dunia mengembangkan nuklir. Mereka maju, dan sudah paham, kita new in the block. Kita harus belajar, peningkatan human capital, pemahaman teknis untuk menentukan teknologinya dari AS Prancis, China, Jepang, ada muatan geopolitis. Ini pertimbangan kita," terang Eddy dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Kamis (5/2/2026).


Ia menegaskan bahwa pembangkit nuklir merupakan sumber energi yang bersih, meskipun pembiayaan pengembangannya memerlukan biaya yang tinggi. Adapun pembangkit ini juga memiliki beban listrik yang stabil atau base load.

"Kalau batu bara mungkin US$ 100- US$ 2.000, kalau nuklir bisa US$7.000- US$8.000 per watt," ungkap Eddy.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: ESDM: Draf Aturan PLTN Diserahkan ke Presiden Prabowo