MPR: RI Harus Kembangkan Pembangkit Nuklir!
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan, bahwa Indonesia harus mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Ia menilai saat ini Dunia sudah mengembangkan pembangkit berbahan bakar uranium tersebut.
Eddy mencatat. terdapat sebanyak 62 proyek nuklir di Dunia, dengan kapasitas mencapai 75 Giga Watt (GW). Mayoritas pembangkit tersebut ada di China dan Rusia.
"Kita harus mengembangkan nuklir. Seluruh dunia mengembangkan nuklir. Mereka maju, dan sudah paham, kita new in the block. Kita harus belajar, peningkatan human capital, pemahaman teknis untuk menentukan teknologinya dari AS Prancis, China, Jepang, ada muatan geopolitis. Ini pertimbangan kita," terang Eddy dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Kamis (5/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pembangkit nuklir merupakan sumber energi yang bersih, meskipun pembiayaan pengembangannya memerlukan biaya yang tinggi. Adapun pembangkit ini juga memiliki beban listrik yang stabil atau base load.
"Kalau batu bara mungkin US$ 100- US$ 2.000, kalau nuklir bisa US$7.000- US$8.000 per watt," ungkap Eddy.
(pgr/pgr)