Indonesia Mau Kejar India-Brazil Jadi Produsen Bioetanol
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengungkapkan Indonesia menargetkan bisa menjadi produsen bioetanol dunia. Dia mengungkapkan Indonesia memiliki potensi minyak nabati terbesar di dunia atau lebih dari 1 juta ton.
"Kami sedang kejar dan ground breaking pertama stand alone green refinery sekitar 300 ribu kilo liter yang bisa dihasilkan di kilang nasional, dan bisa kejar Sustainable Aviation Fuel (SFA) di 2050, setengah SAF dari nabati," ujar Oki dalam CNBC Indonesia Energy Outlook 2026, Kamis (5/2/2026).
"Yang juga sedang kita kerjakan bioetanol, dan mudah-mudahan bisa terus agar bisa seperti India dan Brazil," tambahnya.
Oki juga menegaskan Pertamina terus meningkatkan kualitas BBM, dan menargetkan bisa terstandar euro 5 atau yang paling paripurna dari Indonesia. Kemudian Pertamina juga mengembangkan energi terbarukan, terutama panas bumi yang berpotensi menjadi yang terbesar di dunia, mengalahkan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mematangkan peta jalan (roadmap) pentahapan implementasi mandatori bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM). Kelak, bahan baku bioetanol tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan baku tertentu.
Pemerintah akan membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber daya alam lokal selain tebu molases sebagai bahan bioetanol. Bahan lain yang bisa dimanfaatkan adalah bonggol jagung hingga batang sawit.
Diversifikasi bahan baku tersebut dilakukan agar produksi bioetanol tidak melulu bergantung pada tetes tebu atau molases. Hal itu juga berkaca pada hasil studi banding yang dilakukan pemerintah ke India, di mana negara tersebut berhasil mengembangkan bioetanol dari berbagai macam sumber dengan variasi harga yang tetap kompetitif.
[Gambas:Video CNBC]