MARKET DATA
Energy Outlook 2026

Program Biodiesel 40% B40 Berhasil Dongkrak Devisa Rp130 Triliun

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
05 February 2026 12:20
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyampaikan, bahwa dalam satu tahun ini, pemerintah sukses menjalankan program mandatory pencampuran Bahan Bakar Minyak (BBM) solar dengan minyak sawit sebesar 40% atau B40.

Tak tanggung-tanggung, program ini bahkan dinilai sudah mendongkrak devisa negara hingga Rp 130 triliun.

"Biodiesel yang 1 tahun kemarin untuk 40% di 2025 sudah mendongkrak devisa ini mencapai Rp 130 triliun dan peningkatan nilai tambah Rp 20,4 triliun dan alhamdulillah tenaga kerja hampir 2 juta orang, penurunan emisi juga banyak," tegas Eniya dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Kamis (5/2/2026).

Selain meneruskan program B40, pemerintah juga akan meningkatkan mandatory menjadi 50% atau B50. Sekarang, proyek B50 ini sudah dilakukan uji coba.

"Uji coba b50 sudah tes lapangan, sektor otomotif sudah 20 ribu kilometer nanti smp 50 ribu Km. Selebihnya program lain akan kita dorong," tegas Eniya.

Sebelumnya Eniya membeberkan sudah melakukan peninjauan hasil uji jalan tersebut dalam waktu dekat. "(Uji jalan) 18.000 KM, otomotif aja tapi nanti kita masih review bulan inilah minggu-minggu depan review," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Jumat (30/1/2026).

Kelak, uji jalan B50 pada sektor kendaraan berat akan dilakukan untuk memperluas cakupan implementasi pada sektor industri dan tambang. Pemerintah juga sudah mengirimkan produk B50 ke Kalimantan untuk diuji pada sektor tersebut.

"Road test juga baru otomotif, minggu ini baru mulai tambang, tambang baru mulai, sudah dikirim ke Kalimantan bahannya terus baru mulai diuji coba di dump car yang gede-gede," tambahnya.

Meski uji coba B50 terus berjalan, sepanjang tahun ini alokasi volume penyaluran bahan bakar nabati (BBN) masih dipatok pada level B40. Penerapan B50 secara komersial masih akan menyesuaikan dengan hasil evaluasi dan dinamika kebijakan lanjutan, sehingga belum bisa dipastikan untuk berlaku penuh dalam waktu dekat.

"Kalau ada perubahan disesuaikan gitu aja. Tahun ini alokasi volume masih B40, masih B40," tutupnya.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Biodiesel B50 Berlaku di 2026, RI Butuh Bahan Baku FAME 19 Juta KL


Most Popular
Features