ESDM: Permintaan Minyak Bumi Masih Tinggi Hingga 2050
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman mencatat bahwa permintaan akan minyak bumi masih menjadi primadona atau tetap tinggi hingga tahun 2050.
Laode menjabarkan, mengutip data ExxonMobil dalam energy outlook pada tahun 2050 bahwa minyak masih akan digunakan hingga 50% atas penggunaan energi di Dunia.
"ExxonMobil tahun 2050 ramalannya energi terbarukan 25% tapi minyak masih 50%. Ada dari internal energy agency, migas tinggal 45% tapi Exxon 55%," terang Laode dalam Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia, Kamis (5/2/2026).
Sebagai gambaran, Indonesia saat ini sedang berupaya untuk terus meningkatkan produksi minyak nasional. Di tahun 2025 lalu, produksi minyak siap jual (lifting) bisa mencapai target dalam APBN 2025 yang menembus 605.300 barel per hari.
Terdapat beberapa pendekatan atau upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak nasional. Diantaranya, optimalisasi teknologi di lapangan minyak eksisting.
Lalu, reaktivasi sumur-sumur minyak idle. Di mana, sampai pada Desember 2025 terdapat sebanyak 787 sumur idle dari potensi 6.300 sumur. Lalu percepatan eksplorasi minyak di Indonesia Timur dan kelak akan ada penawaran 110 migas yang potensial.
"Sumur idle sudah dipaparkan jangka panjang, walau udah 605 ribu barel, jangka panjang masih butuh upaya menaikkan laju produksi minyak. Jadi ada 3 penguatan tata kelola pengawasan dan optimalisasi," tegas Laode.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]