Petaka Hantam 2 Negara Eropa Sekaligus, 1 Tewas-Ratusan Dievakuasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Semenanjung Iberia kembali dihantam cuaca ekstrem setelah Badai Leonardo memicu curah hujan hingga 40 sentimeter dalam waktu 24 jam pada Rabu waktu setempat. Kondisi ini membuat dua negara Eropa berada dalam siaga tinggi.
Dilaporkan bagaimana satu orang tewas di Portugal. Seorang pria berusia 60-an tahun terseret arus banjir saat mencoba berkendara melewati area terdampak di tenggara Portugal.
Juru bicara otoritas perlindungan sipil nasional Portugal mengonfirmasi kepada AFP bahwa insiden tersebut terjadi di dekat sebuah bendungan di kotamadya Serpa. "Sebuah kendaraan ditemukan dengan satu penumpang, jadi ada satu kematian," ujar juru bicara tersebut, Kamis (4/2/2026).
Di Portugal, dampak Badai Leonardo memperburuk situasi warga yang baru saja menghadapi Badai Kristin pekan lalu. Otoritas Perlindungan Sipil mencatat telah menangani lebih dari 3.300 insiden sejak Minggu, mencakup banjir, pohon tumbang, hingga tanah longsor.
Sekitar 11.000 personel dikerahkan untuk menangani evakuasi warga di wilayah Portugal tengah dan selatan yang terisolasi. Di wilayah Alcacer do Sal, luapan Sungai Sado telah menenggelamkan jalan-jalan protokol kota.
Jessica Ramalho, seorang pemilik toko setempat, menggambarkan kengerian banjir tersebut kepada AFP. "Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Air mengalir ke Alcacer dengan kekuatan yang tak terbayangkan," ungkap perempuan berusia 28 tahun tersebut.
Keresahan serupa disampaikan oleh Andre Perdigao, menyebut pemerintah kota telah bekerja maksimal untuk melindungi warga, namun kekuatan alam kali ini sulit dibendung. "Balai kota bekerja keras agar kita bisa melindungi diri sendiri. Tapi saat ini, situasinya di luar kendali," tegas Perdigao.
Di Spanyol, Badan Cuaca AEMET menetapkan juga menetapkan status merah atau level tertinggi untuk wilayah Andalusia karena intensitas hujan yang dianggap luar biasa. Wali Kota Ronda, Maria Paz Fernandez, mengungkapkan kepada lembaga penyiaran publik RTVE bahwa kondisi tanah di wilayahnya sudah mencapai titik jenuh.
"Tanah tidak lagi mampu menyerap curah hujan yang terus-menerus turun," kata Fernandez, sembari melaporkan terjadinya banyak tanah longsor di area pedesaan sekitarnya.
Pejabat darurat utama Andalusia, Antonio Sanz, dalam sebuah konferensi pers menyatakan bahwa situasi di wilayah pegunungan Grazalema sangat mengkhawatirkan. Juru bicara AEMET, Ruben del Campo, menjelaskan dalam pesan audio kepada AFP bahwa volume hujan yang turun di Grazalema dalam satu hari setara dengan total curah hujan setahun di ibu kota Madrid.
Dampak dari badai ini memaksa sekitar 3.500 warga di Andalusia untuk dievakuasi setelah tercatat lebih dari 650 insiden darurat. Antonio Sanz menambahkan bahwa meskipun tidak ada kerusakan properti yang masif, terdapat laporan satu korban luka akibat bangunan runtuh.
Kepolisian Spanyol juga merilis dokumentasi yang menunjukkan aliran air deras menenggelamkan bangunan dan kendaraan di area persawahan. Pemerintah Spanyol telah mengerahkan ratusan tentara untuk membantu tim penyelamat.
Sementara itu, operasional sekolah di seluruh Andalusia dihentikan sementara, kecuali di Provinsi Almeria. Sektor transportasi turut lumpuh total di mana hampir seluruh layanan kereta pinggiran kota, regional, dan jarak jauh di Andalusia dibatalkan tanpa adanya bus pengganti karena puluhan akses jalan tertutup banjir.
Evakuasi ratusan orang juga dilakukan. Langkah penutupan sekolah secara massal juga diambil, termasuk pembatalan jadwal perjalanan kereta api di wilayah Spanyol bagian selatan.
Badai Leonardo merupakan rangkaian terbaru dari cuaca ekstrem yang melanda Portugal dan Sapnyol tahun ini. Cuaca tak bersahabat, menurut para ilmuwan, diperburuk oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.Â
[Gambas:Video CNBC]