Danantara Beri Tugas Wajib ke BUMN Kapal-Kereta Api, Ini Alasannya

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 04/02/2026 18:50 WIB
Foto: Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/DPR RI)

Jakarta, CNBC Indonesia  - COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengatakan, dalam roadmap pertumbuhan ekonomi yang dirancang Presiden Prabowo Subianto, sektor industri ditetapkan sebagai sumber pertumbuhan. Untuk itu, kata dia, Danantara tengah merancang roadmap pertumbuhan industri nasional. 

Kata dia, industri nasional harus bertumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu, lanjutnya, Danantara tengah melaksanakan dan menyiapkan sejumlah proyek untuk membangun dan mendongkrak perkembangan industrialisasi dan hilirisasi di Indonesia. Termasuk di sektor baja, mulai dari penyehatan BUMN baja PT Krakatau Steel Tbk, hingga membangun pabrik baja baru berkapasitas 3 juta ton per tahun. 

"Kami di Danantara mendorong industrialisasi perusahaan-perusahaan yang ada di lingkup Danantara," kata Dony dalam rapat bersama Komisi VI DPR dengan mitra di Jakarta, Rabu (4/2/2026). 


Pertama, bebernya, PT PAL Indonesia (Persero) yang dirancang menjadi anchor industri perkapalan nasional.

"Kita merger perusahaan-perusahaan terkait industri perkapalan. Dampaknya, kita akan mewajibkan seluruh perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal dilakukan di PT PAL. Tujuannya untuk meningkatkan industri perkapalan kita.Termasuk PT PIS, PT PELNI, PT ASDP, kita wajibkan melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL," ucapnya.

"Ini untuk mengembangkan industri ke depan sesuai roadmap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirancang oleh Bapak Presiden Prabowo bahwa basis pertumbuhan kita ke depan adalah industri. Dengan demikian, industri ini akan memberi dampak kepada employment (ketenagakerjaan) dan juga tentu mengurangi impor," kata Dony.

Yang kedua, lanjutnya, berkaitan dengan PT INKA (Persero). Di mana, menurut Dony, saat ini manufaktur PT INKA ada 1 di Madiun, 1 di Banyuwangi, dan akan bertambah 1 lagi di Banyuwangi. 

"Kita juga wajibkan seluruh perbaikan industri kereta api ke depan dilakukan di PT INKA," ujarnya.

"Ini sejalan dengan roadmap transportasi yang disiapkan pemerintah bahwa mass transportation kita akan berbasis kereta api. Termasuk di dalamnya kami melakukan elektrifikasi di Jakarta-Cikampek, Jakarta-Rangkas, dan juga Jakarta-Sukabumi, dan juga kami lakukan elektrifikasi di 5 kota di Indonesia," beber Dony. 

Rencana-rencana tersebut, sambungnya, berkaitan dengan industrialisasi baja di Tanah Air.

"Hubungannya dengan baja, kami mewajibkan ini tentu kita harapkan bahwa dengan munculnya industrialisasi ini kita membutuhkan suplai baja yang diharapkan tentu milik kita sendiri. Karena ini industri strategis ke depan," ucapnya.

Di mana, imbuh dia, bulan depan akan ada groundbreaking pabrik baja baru berkapasitas 3 juta ton per tahun. Pabrik baru ini akan menambah kapasitas pasokan di dalam negeri, yang diharapkan bisa menopang kebutuhan di dalam negeri, yang saat ini masih didominasi impor. 

"Tentu harus ada keberpihakan pemerintah untuk melindungi industri yang sedang kita kembangkan. Karena tanpa daripada keberpihakan tentu industri ini akan sulit bersaing ke depan," ucap Dony. 

"Kami berharap ada keberpihakan kita memajukan industri baja yang ke depannya tentu jadi suplai bagi industri turunannya," katanya.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kebocoran Rp50 Triliun, BUMN Direstruktur Besar-Besaran