Tiga orang dilaporkan tewas setelah tanah longsor melanda sebuah permukiman di Santa Marta, Kolombia, menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut. Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) menyampaikan informasi itu pada Selasa (3/2/2026) waktu setempat. (Tangkapan Layar Video Reuters/RCN TV / UNGRD)
UNGRD menjelaskan, longsoran lumpur yang disertai bebatuan dan pepohonan terjadi pada dini hari Senin. Peristiwa tersebut menyebabkan delapan rumah roboh dan sedikitnya 50 rumah lainnya mengalami kerusakan. (Tangkapan Layar Video Reuters/RCN TV / UNGRD)
Sejumlah warga setempat mengaku mendengar suara gemuruh keras saat material longsor mengalir deras dari lereng bukit menuju kawasan permukiman. Tim penyelamat dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penilaian dampak di lokasi terdampak. (Tangkapan Layar Video Reuters/RCN TV / UNGRD)
Sementara itu, di Departemen Córdoba, ribuan warga terpaksa mengungsi akibat banjir setelah Sungai San Jorge meluap. Warga terlihat menggunakan kano untuk melintasi jalan-jalan yang tergenang air, sementara pihak berwenang mengeluarkan peringatan potensi banjir bandang di sejumlah wilayah. (Tangkapan Layar Video Reuters/RCN TV / UNGRD)
Secara nasional, hampir 10.000 keluarga terdampak hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir. Institut Hidrologi, Meteorologi, dan Studi Lingkungan (IDEAM) mencatat Kolombia tengah mengalami musim hujan yang luar biasa intens, dengan curah hujan meningkat 64,4 persen di atas rata-rata normal, terutama di wilayah Karibia, Andes, Pasifik, dan Amazon. (Tangkapan Layar Video Reuters/RCN TV / UNGRD)