5 Photos
Ramai-Ramai Bahas ESG-Pasar Karbon: Hashim, Menteri LH, DPR-Pengusaha
ESG Sustainablity Forum 2026 menganugerahkan Environmental, Social, and Governance (ESG) Ratings kepada sejumlah perusahaan.
Utusan Khusus Presiden di Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menargetkan pasar karbon di Indonesia bisa berjalan pada Juli 2026. Adapun, perdagangan karbon ini ditargetkan bisa mencapai miliaran dolar. (CNBC Indonesia Tri Susilo)
"Saya bisa laporkan pemerintah menentukan akhir bulan Juni market operasional, Juli kita berharap perdagangan cukup besar bisa miliar dolar ini tembusan luar biasa dan semua menteri-menteri di Kabinet Merah Putih punya misi yang sama harus berhasil," terang Hashim. (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengaku sangat prihatin dengan kondisi alam yang semakin hari sangat mengkhawatirkan. Ia pun meyakini bencana alam yang terjadi hampir di seluruh titik Tanah Air bukanlah sebuah anomali dan terjadi tanpa ada penyebabnya.
"Tentu (bencana) ini menjadi suatu sistem yang akan terus terjadi. Sehingga harus kita cermati secara bijaksana. Kita tidak bisa berandai-andai bahwa kondisi ini hanya suatu kejadian yang tidak akan terulang lagi. Tapi perubahan iklim dan bahkan krisis iklim sudah benar-benar hadir bersama kita hari ini," ujarnya dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di Indonesia adalah bukti nyata dari krisis iklim. Sebagai contoh, hujan besar disertai angin dan cuaca esktrem.
Eddy menegaskan, bencana terjadi karena alam sedang berubah karena krirs iklim ditambah destruksi penambang liar yang tidak menerapkan Good Corporate Governance (GCG) yang memperparah bencana di Indonesia.
"Kita memiliki SDA yang sangat besar termasuk aspek mineral, harus ada industrialisasi untuk pendapatan negara. Tapi harus ada batasan, karena bencana itu alarm, jangan menyia-nyiakan kesempatan kedua untuk negara kita," tegas Eddy dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH Ary Sudijanto mencatat, perdagangan karbon yang diperdagangkan saat ini baru mencapai 4 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai transaksi mencapai Rp 91 miliar.
"Sekarang kalau kita lihat sudah diperdagangakan di angka 4 juta CO2 ekuilvalen, sudah Rp 91 miliar, kalau dilihat masih terbatas," ujar Ary dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Direktur Climate Policy Initiative (CPI) Tiza Mafira menilai, minimnya perdagangan karbon di Indonesia karena harganya tercatat sangat rendah yakni US$ 2-4 per ton.
"Harganya masih cukup rendah US$ 2-4 per ton, beda dengan Singapura," terangnya.
Selain itu lanjutnya, kebijakan terkait perdagangan karbon juga masih bersifat sukarela, sehingga sangat sulit untuk mendongkrak harga karbon di Indonesia. (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Patijaya mengatakan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi tuntutan bagi perusahaan di semua sektor industri, terutama pertambangan. Menurutnya, ESG berperan penting karena menjadi salah satu sorotan di investor global, terutama bagi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Hal ini berkaitan dengan tuntutan penghematan energi dan upaya perusahaan untuk mengurangi emisi. Termasuk juga bagaimana perusahaan menaati syarat dan regulasi yang ada, dampak perusahaan terhadap masalah sosial, tidak terkecuali dengan karyawan sebagai kepatuhan regulasi yang ada," jelas Bambang dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya memperluas cakupan layanan air siap minum lewat jaringan perpipaan. Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya menargetkan sepanjang 4.000 km jalur pipa pada 2029. Dia menyebut, saat ini PAM Jaya memiliki jaringan perpipaan sepanjang 1.000 km. Adapun target jaringan pipa sepanjang 4.000 km nantinya akan memberikan cakupan sistem perpipaan sebesar 100% di wilayah Jakarta. (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Industri telekomunikasi juga harus menerapkan prinsip ESG. Dengan begitu sektor ini bisa tumbuh sehat dan berkelanjutan yang ditopang 3 aspek. Pertama, korporasi harus menghasilkan keuntungan. Kedua, dari keuntungan tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada kelestarian lingkungan. "Ketiga, kita bicara aspek siapa yang menjalankan, siapa yang berdampak, berkontrisi dan memperoleh semua. Triple P (people, planet, profit) adalah komponen besar dari infrastruktur," kata Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko. (CNBC Indonesia Tri Susilo)
CNBC Indonesia menganugerahkan Environmental, Social, and Governance (ESG) Ratings kepada sejumlah perusahaan yang dinilai memiliki komitmen dalam menerapkan etika bisnis berkelanjutan, memiliki tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang baik.
Perusahaan tersebut di antaranya yaitu PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel), Climate Policy Initiative (CPI), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, PT Telkom (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), PAM JAYA dan INJOURNEY. (CNBC Indonesia Tri Susilo)