MDKA Berhasil Produksi Emas Hingga 103.156 Ons di 2025

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Selasa, 03/02/2026 15:20 WIB
Foto: Tambang emas dan tembaga PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Dok. PT Merdeka Copper Gold Tbk)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Merdeka Copper Tbk (MDKA) melaporkan produksi emas, nikel, dan tembaga sepanjang tahun 2025. Diantaranya produksi emas yang mencapai 103.156 ons sepanjang tahun 2025.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan tahun lalu sudah sesuai dengan yang direncanakan. Pihaknya terus menjaga operasional di seluruh portofolio sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan ke fase berikutnya.

"Tahun 2025 merupakan tahun pelaksanaan yang disiplin dan pencapaian yang solid bagi Merdeka. Pada kuartal IV, kami memajukan platform pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas operasional di seluruh portofolio," ujar Albert dalam Laporan Kinerja MDKA, Selasa (3/2/2026).


Dalam laporannya, MDKA mencatat produksi emas dari Tambang Emas Tujuh Bukit mencapai 103.156 ons sepanjang tahun 2025. Angka tersebut didukung oleh penjualan emas yang mencapai 104.168 ons dengan harga jual rata-rata yang meningkat 32% secara tahunan menjadi US$ 3.138 per ons. Hal itu juga berdampak pada margin dan arus kas perusahaan.

"Dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan di Tambang Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel kami, Merdeka berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan," tambahnya.

Khusus nikel, MDKA melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), di mana Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) mencatatkan lonjakan produksi bijih. Produksi saprolit tumbuh 42% menjadi 7,0 juta wet metric tonnes (wmt), sementara produksi limonit meningkat 45% mencapai 14,7 juta wmt dibandingkan periode sebelumnya.

Di sisi lain, sektor tembaga melalui Tambang Tembaga Wetar memproduksi total 10.454 ton tembaga sepanjang tahun 2025.

Dengan begitu, MDKA membidik produksi emas tahun 2026 sebesar 180.000-205.000 ons (menunggu persetujuan RKAB), yang didorong oleh kontribusi Tambang Emas Pani serta produksi berkelanjutan dari Tujuh Bukit.

Adapun, operasi nikel di bawah MBMA menargetkan produksi 8,0-10,0 juta wmt saprolit dan 20,0-25,0 juta wmt limonit (menunggu persetujuan RKAB), guna mendukung peningkatan skala, arus kas, dan ketahanan laba.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jejak Bijak Emas Dari Banyuwangi Selatan