MARKET DATA
Internasional

Geger Pangeran Kerajaan Eropa Didakwa sebagai Penjahat Kelamin

Tommy Patrio Sorongan,  CNBC Indonesia
03 February 2026 20:00
Pangeran Norwegia Marius Borg Hoiby. (Lise Aserud / NTB via AP file)
Foto: Pangeran Norwegia Marius Borg Hoiby. (Lise Aserud / NTB via AP file)

Jakarta, CNBC Indonesia - Marius Borg Hoiby, putra dari Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit, mulai menjalani persidangan pada hari Selasa (3/2/2026) atas tuduhan pemerkosaan terhadap empat wanita serta penganiayaan terhadap beberapa mantan kekasihnya.

Skandal besar ini telah mencoreng citra keluarga kerajaan Norwegia, mengingat Hoiby merupakan putra berusia 29 tahun dari hubungan Mette-Marit sebelum menikah dengan Putra Mahkota Haakon. Hoiby kini menghadapi total 38 dakwaan, yang beberapa di antaranya berawal sejak tahun 2018.

Hoiby kembali ditangkap pada Minggu malam atas dugaan penyerangan, pengancaman dengan pisau, dan pelanggaran perintah penahanan. Pihak berwenang mengambil langkah tegas terhadap pria yang terancam hukuman 16 tahun penjara tersebut guna mencegah jatuhnya korban baru di masa depan.

Jaksa penuntut Sturla Henriksbo menegaskan kepada AFP bahwa Hoiby "tidak akan diperlakukan lebih lunak maupun lebih keras karena keluarganya."

Penyelidikan terhadap Hoiby bermula sejak penangkapannya pada 4 Agustus 2024 karena diduga menganiaya kekasihnya. Beberapa hari setelah kejadian tersebut, ia mengakui bahwa ia bertindak "di bawah pengaruh alkohol dan kokain setelah pertengkaran," setelah menderita "masalah mental" dan berjuang "dalam waktu lama dengan penyalahgunaan zat."

Penelitian lebih lanjut mengungkap serangkaian pelanggaran lain, termasuk pemerkosaan terhadap empat wanita saat mereka sedang tidur atau pingsan karena mabuk, yang beberapa di antaranya dilaporkan sempat ia rekam. Salah satu dari tujuh korban yang identitasnya terungkap adalah Nora Haukland, seorang model yang menuduh Hoiby berulang kali memukul wajah, menendang, hingga mencekiknya selama hubungan mereka pada 2022-2023.

Philip Wilson, seorang penjaga keamanan berusia 35 tahun dan mahasiswa, mengatakan bahwa pihak istana telah menangani situasi ini dengan "teramat buruk."

"Saya pikir firma PR di istana memiliki banyak hal yang harus dilakukan," katanya kepada AFP.

Skandal ini terjadi di tengah sorotan tajam terhadap Putri Mahkota Mette-Marit yang juga dikaitkan dengan mendiang Jeffrey Epstein. Meski demikian, beberapa warga Norwegia tetap memberikan dukungan moral kepada keluarga kerajaan yang selama ini dikenal sebagai sosok pemersatu bangsa.

Jostein Grosaas, seorang pengacara berusia 66 tahun, mengatakan bahwa skandal tersebut "sama sekali tidak mengubah pandangan saya terhadap keluarga kerajaan."

Putra Mahkota Haakon dan Mette-Marit dipastikan tidak akan menghadiri persidangan tersebut, begitu pula Raja dan Ratu Norwegia. Putusan akhir terhadap Marius Borg Hoiby diperkirakan akan keluar beberapa minggu setelah persidangan berakhir pada Maret mendatang.

(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Greta Thunberg Buka Suara soal Disiksa Israel, Bongkar Fakta Keji Ini


Most Popular
Features