RI Mau Belajar dari Malaysia Kembangkan Bisnis Semikonduktor
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia buka-bukaan ingin belajar pengembangan ekosistem bisnis sektor semikonduktor dengan Malaysia.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam agenda Indonesia Economic Summit, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
"Beberapa proyek yang ingin kami pelajari dari Malaysia sebenarnya adalah di bidang semikonduktor," ungkap Airlangga.
Airlangga mengakui, Malaysia memang sudah lebih maju dalam pengembangan bisnis semikonduktor. Negara itu sudah lama jor-joran untuk mengembangkan ekosistem semikonduktor.
Mengutip laporan Reuters, tahun lalu Malaysia sudah menyediakan anggaran US$5,3 miliar untuk dukungan finansial dan pelatihan 6000 insinyur pada Strategi Semikonduktor Nasional (NSS), yakni rencana pengembangan infrastruktur, rantai pasok chip dan klien global.
Malaysia telah menjadi lokasi industri chip sejak 50 tahun. Bahkan negeri jiran itu menguasai 13% kebutuhan layanan global, mulai dari pengujian, perakitan dan pengemasan chip global.
Oleh sebab itu, Airlangga menekankan, pemerintah membuka ruang untuk terus belajar mengembangkan ekosistem semikonduktor, termasuk kepada negara tetangga itu.
"Malaysia lebih maju dari Indonesia di bidang semikonduktor. Tetapi di generasi baru semikonduktor, pasarnya terbuka," ucap Airlangga.
"Jadi Indonesia juga dapat menantang Malaysia di generasi baru semikonduktor di mana presiden berkomitmen untuk mendukung generasi semikonduktor berikutnya," tegasnya.
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia saat ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan raksasa chip asal Inggris ARM Holding. pemerintah menyiapkan dana US$125 juta (Rp 2,1 triliun) untuk kerja sama tersebut.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) juga mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas industri semikonduktor oleh investor asal Amerika Serikat sudah mulai direalisasikan di dalam negeri.
Sementara itu, minat dari investor China dan Taiwan disebut masih mengantre, dengan dinamika dan tantangan masing-masing.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan, kawasan industri nasional saat ini berada dalam fase ekspansi yang membuka ruang besar bagi masuknya industri berteknologi tinggi.
Di tengah tren global meningkatnya kebutuhan chip dan komponen elektronik, sektor semikonduktor menjadi salah satu fokus utama yang tengah dijajaki secara serius.
"Pengembangan industri semikonduktor melalui pembentukan joint venture di kawasan industri Indonesia merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan. Ini akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperdalam hilirisasi industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global," kata Akhmad Ma'ruf Maulana, Kamis (29/1/2026).
(arj/haa)