Penerapan ESG Masih Timpang, KLH Tegaskan Bukan Beban Tambahan
Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH Ary Sudijanto menegaskan ESG dan keberlanjutan di tanah air masih timpang, dan belum semua perusahaan bersedia menerapkannya. Padahal penerapan ESG bukanlah beban tambahan, melainkan kewajiban yang melekat, terutama bagi yang bermasalah.
"Tapi dulu tidak ada, karena bumi ada bearing capacity. Krisis iklim, kalau tidak melampaui daya tampung tidak masalah, tapi sekarang yang menjadi masalah adalah daya tampung dan dukung itu melampaui," ujar Ary dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026).
Namun kondisi saat ini sudah berbeda, dan telah terjadi perubahan iklim yang bisa memicu bencana yang lebih besar. Ary menegaskan tanggung jawab mengatasi perubahan iklim harus dilakukan bersama oleh setiap negara. Masing-masing negara menurutnya memiliki andil untuk menurunkan emisi gas rumah rumah kaca sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan.
"Seluruh dunia, penduduk bumi harus tingkatkan semua upaya untuk turunkan lagi, kesadaran korporasi relevansi makin kuat," ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengaku sangat prihatin dengan kondisi alam yang semakin hari sangat mengkhawatirkan. Dia pun meyakini bencana alam yang terjadi hampir di seluruh titik tanah air bukanlah sebuah anomali dan terjadi tanpa ada penyebabnya. Contohnya bencana longsor di Cisarua. Menurutnya, bencana di Cisarua itu bukan masalah kondisi alam biasa. Ia melihat bencana tersebut terjadi karena ada campur tangan manusia.
"Tentu (bencana) ini menjadi suatu sistem yang akan terus terjadi. Sehingga harus kita cermati secara bijaksana. Kita tidak bisa berandai-andai bahwa kondisi ini hanya suatu kejadian yang tidak akan terulang lagi. Tapi perubahan iklim dan bahkan krisis iklim sudah benar-benar hadir bersama kita hari ini," ujarnya
Melihat hal itu, Hanif pun mengajak para pemimpin perusahaan harus lebih peduli lagi dalam penerapan ESG sebagai standar perusahaan dalam mempraktikkan investasi dan operasional yang berkelanjutan
(rah/rah)