Foto Internasional

Potret Warga di AS Ngamuk, Bakar Wajah Trump dan Netanyahu

Reuters, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 21:50 WIB

Aksi demonstrasi ini mengecam tidakan AS terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan kehadiran angkatan lautnya di Timur Tengah.

1/6 Aksi demonstrasi dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

Demonstran membakar poster Presiden AS Donald Trump selama unjuk rasa dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, MInggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

2/6 Aksi demonstrasi dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

Aksi demonstrasi ini dilakukan di tengah ketegangan baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Iran. Aksi ini juga mengecam tindakan AS yang melankukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (REUTERS/Kemal Aslan)

3/6 Aksi demonstrasi dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

Para demonstran membakar bendera AS dan Israel sebelum membakar gambar pemimpin mereka masing-masing. (REUTERS/Kemal Aslan)

4/6 Aksi demonstrasi dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

Dikutip dari Reuters, AS meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di Timur Tengah setelah Trump berulang kali mengancam Iran dengan intervensi jika Iran tidak menyetujui kesepakatan nuklir atau gagal menghentikan pembunuhan para demonstran. (REUTERS/Kemal Aslan)

5/6 Aksi demonstrasi dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

Terlepas dari kebuntuan antara penguasa ulama Iran dan pemerintahan Trump, kedua pihak telah memberi sinyal bahwa mereka siap untuk melanjutkan pembicaraan, dan sekutu regional seperti Turki telah berupaya untuk meredakan ketegangan. (REUTERS/Kemal Aslan)

6/6 Aksi demonstrasi dukungan untuk rakyat Iran di luar Konsulat Jenderal AS, Istanbul, Turki, Minggu (1/2/2026). (REUTERS/Kemal Aslan)

Angkatan Laut AS saat ini memiliki enam kapal perusak, satu kapal induk, dan tiga kapal tempur pesisir di wilayah tersebut, meningkatkan risiko perang setelah tindakan keras Iran yang mematikan terhadap protes nasional melawan kepemimpinan Iran. (REUTERS/Kemal Aslan)